DPRD Jabar Optimistis Pandemi Tidak Pengaruhi Pendapatan Daerah

DPRD Jabar Optimistis Pandemi Tidak Pengaruhi Pendapatan Daerah
net



INILAH, Bandung - Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Sugianto Nanggolah optimistis pandemi Covid-19 tidak memengaruhi pendapatan daerah.

Dia menjelaskan, dari hasil kunjungan kerja beberapa waktu lalu ke pengurus Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B), masih ada potensi yang dapat digali guna menyelamatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat. Salah satunya yaitu pajak kendaraan bermotor.

“Alhamdulillah, kami dari Komisi III kemarin sudah keliling melakukan kunjungan kerja ke P3B yang ada di Jawa Barat. Dalam rangka memastikan situasi dan kondisi ketika pandemi ini, terkait pendapatan daerah. Sebab P3B ini menyumbang 70 persen lebih pendapatan daerah. Kemarin berdasarkan keterangan dari Kapus dan Kepala Urusan P3B, ternyata pendapatan kita itu walaupun turun tapi tidak terlalu tinggi. Itu pun masih bisa digali lagi potensinya agar kembali naik, yaitu utamanya dari pajak kendaraan bermotor,” ujar Sugianto kepada INILAH, Rabu (3/2/2021).


Sebab, kata dia, masih ada sekitar lima juta lebih kendaraan yang belum melakukan pembayaran pajak, kata dia. Dia berharap, P3B dapat melakukan inovasi program untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak bermotor, sehingga dapat mendongkrak pendapatan daerah.

"Pajak kendaraan bermotor ini tergolong APMDI. Nah APMDI di Jabar saat ini sudah mencapai angka lima juta lebih dimana itu adalah kendaraan yang belum membayar pajak. Kita meminta kepada P3B Jabar agar memperbaiki program, supaya masyarakat dapat membayar pajak sehingga pendapatan kita dapat dipertahankan atau lebih meningkat,” ucapnya.

Selain itu, Sugianto menambahkan ada beberapa sektor lain yang akan digenjot guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia meyakini, andai sektor tersebut dapat dimaksimalkan oleh instansi terkait, bisa dipastikan kondisi pemasukan Jabar tetap aman kendati tengah menghadapi pandemi, yang menguras banyak pengeluaran dalam penanganannya.

“Kita juga tengah berupaya menggenjot pendapatan dari pajak air bawah tanah, cukai rokok, pajak bahan bakan dan lainnya. Itu semua sedang kita upayakan, agar betul-betul bisa maksimal sehingga pendapatan kita tetap aman,” tandasnya. (Yuliantono)