Waduh, Satgas Penanganan Covid-19 Temukan 17 Karung Sampah APD Dibuang Sembarangan

Waduh, Satgas Penanganan Covid-19 Temukan 17 Karung Sampah APD Dibuang Sembarangan
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Tenjo - Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor akan meminta Polsek Tenjo dan Polres Bogor mengusut terkait ditemukaannya sampah alat pelindung diri (APD) yang diduga dibuang rumah sakit atau klinik di sebuah lahan pertanian di Kampung Leuweung Gede, Desa Tenjo, Kecamatan Tenjo.

"17 karung sampah APD untuk tenaga medis ini termasuk limbah B3 (berbahaya, berbau dan beracun) hingga kami sudah melaporkan hal ini ke Polsek Tenjo dan Polres Bogor untuk ditindak lanjuti hingga pelakunya bisa diketahui," kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Burhanudin kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Sekda Kabupaten Bogor ini menerangkan, dikarenakan penampungan limbah B3 di fasilitas layanan kesehatan terdekat terbatas maka pihak Kecamatan Tenjo bersama unsur Muspika maupun Muspida langsung mengambil sampel limbah B3.


"Limbah sampah B3-nya kamu ambil sampelnya. Lalu sisanya dibakar karena tidak tersedianya tempat penampungan limbah B3," sambungnya.

Ditempat yang sama, Bupati Bogor Ade Yasin akan mempertimbangkan untuk mencabut izin rumah sakit atau klinik karena tindakan yang dilakukan itu merupakan pelanggaran berat.

"Kami akan cari dulu pelaku pembuangan limbah B3-nya. Jika rumah sakit atau kliniknya beroperasi di Kabupaten Bogor maka bisa saja dicabut izin operasionalnya. Saya juga menugaskan agar ada patroli dari pihak kecamatan dan lainnya agar tidak terjadi lagi pembuangan sampah limbah B3," singkat Ade.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kemitraan DLH Kabupaten Bogor Erlina Permana menuturkan tindakan membuang limbah B3 telah melanggar UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Apabila ada Puskesmas, klinik dan rumah sakit yang membuang limbah B3nya secara sembarangan, maka akan kami kenakan UU Nomor 32/2009 dan akan terkena ancaman minimal penjara satu tahun dan maksimal tiga tahun dengan denda paling banyak Rp3 miliar," tutur Erlina.

Dia menjelaskan, di Bumi Tegar Beriman pihaknya sudah mensosialisasikan kepada manajemen Puskesmas, klinik dan rumah sakit untuk wajib memberikan laporan pengolahan dan pengelolaan limbah B3 ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui manifes elektronik dan aplikasi Siraja.

"KLHK juga memonitoring pengolahan dan pengelolaan limbah B3 Puskesmas, klinik dan rumah sakit karena mereka bisa melihat laporan berkala yang dilaporkan pihak fasilitas kesehatan kepada mereka melalui aplikasi Siraja," jelasnya.

Erlina melanjutkan, keberadaan limbah B3 dari Puskesmas, klinik, dan rumah sakit pada masa pandemi Covid-19 ini juga ada peningkatan. Terutama, pembuangan masker medis dari rumah tangga atau perkantoran.

"Untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, kami pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar sebelum membuang masker medisnya, disiram atau disemprot dahulu dengan zat disinfektan," lanjut Erlina. (Reza Zurifwan)