Kota Bandung Matangkan Regulasi PHL TPU Cikadut 

Kota Bandung Matangkan Regulasi PHL TPU Cikadut 
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung Ahmad Tadjudin Sastrawinata mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan regulasi pendukung dalam rangka perekrutan pekerja harian lepas (PHL) pemikul di tempat pemakaman umum (TPU) Cikadut.

Menurutnya, legalitas para PHL tersebut akan dikuatkan melalui Keputusan Wali Kota (Kepwal). Regulasi ini tentu untuk mendukung status sekaligus honorarium para PHL TPU Cikadut. 

“Sekarang menunggu Kepwal terus nanti pendatanganan kontrak. Kemarin penandatangan surat lamaran. Sekarang menunggu Kepwal, baru dilanjut perjanjian kontrak,” kata Tadjudin, Selasa (2/2/2021). 


Distaru Kota Bandung, dituturkannya terus berkoordinasi dengan bagian hukum secara intensif terkait perancangan Kepwal tersebut. Sehingga diupayakan agar Kepwal bisa tuntas di pekan ini.

“Konsepnya sudah dari pekan lalu. Sekarang sedang dikaji dan dimatangkan. Mudah-mudahan secara administrasi formal pekan ini sudah selesai,” ucapnya. 

Kata dia, Kepwal ini sekaligus memperbaharui semua PHL. Baik itu para pemikul maupun petugas penggali. Sebab, di TPU Cikadut ini berbeda dengan TPU lainnya mengingat sebagai tempat pemakaman jenazah yang terpapar Covid-19.

“Khusus PHL Cikadut berkaitan dengan pemakaman Covid-19. Karena risiko terpaparnya tinggi, makanya ada perbedaan sedikit,” ujar dia. 

Kendati pengikatan status secara resmi setelah menandatangani perjanjian kontrak, namun Tadjudin sudah mempersilahkan para pemikul apabila ingin mulai bertugas. Karena pencatatan honorarium dihitung per Februari.

Dia berharap, para pemikul bisa mengatur jadwal secara proporsional. Setidaknya, dalam 1x24 jam bisa diatur tiga kelompok tugas yang secara bergiliran menangani proses pemakaman jenazah di TPU Cikadut.

“Jadi terkait penjadwalan sedang dibuat. Kelihatannya akan diberlakukan per Februari. Mudah-mudahan pada akhir Februari bisa diberikan honor sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya. (Yogo Triastopo)