Waspada! Marak Penyebaran Covid-19 di Kawasan Perkotaan Kabupaten Garut

Waspada! Marak Penyebaran Covid-19 di Kawasan Perkotaan Kabupaten Garut
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman saat menjalani vaksinasi Covid-19 belum lama ini. (Zainulmukhtar)



INILAH, Garut- Didominasi kecamatan di kawasan perkotaan, angka penularan Covid-19 di Kabupaten Garut kembali bertambah sebanyak 98 kasus, Senin (1/2/2021). 

Angka kematian akibat Covid-19 juga bertambah dengan meninggalnya tiga pasien positif Covid-19 asal tiga kecamatan. 

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Muksin menyebutkan, dari sebanyak 98 kasus baru positif Covid-19 itu sebanyak 87 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 216 sampel swab. Sebanyak sebelas kasus lainnya dikonfirmasii dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.


Sebanyak 98 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 56 perempuan dan 42 laki-laki, berusia antara dua tahun sampai 86 tahun. Termasuk seorang balita dan delapan lansia berumur 60 tahun ke atas.

Kebanyakan mereka berasal dari kecamatan di kawasan perkotaan, yakni Kecamatan Karangpawitan (18 kasus), Tarogong Kidul (17 kasus), Tarogong Kaler (14 kasus), Cilawu (8 kasus), dan Kecamatan Banyuresmi (6 kasus).

Penambahan kasus baru positif Covid-19 lainnya berasal dari Kecamatan Leles (6 kasus), Bayongbong (4 kasus), Garut Kota (4 kasus), Kadungora (4 kasus), Leuwigoong (3 kasus), Malangbong (3 kasus), Sukaresmi (3 kasus), Cisurupan (2 kasus), Wanaraja (2 kasus), Cihurip (1 kasus), Cikelet (1 kasus), Cisewu (1 kasus), Sucinaraja (1 kasus), dan Kecamatan Sukawening (1 kasus). 

Temuan sebanyak 98 kasus baru positif Covid-19 tersebut membuat total jumlah positif Covid-19 di Garut bertambah menjadi sebanyak 6.379 kasus.

Sedangkan tiga pasien positif Covid-19 meninggal dunia yaitu laki-laki (KC-5756) usia 51 tahun dari Kecamatan Banyuresmi dan laki-laki (KC-5784) usia 84 tahun dari Kecamatan Kersamanah serta perempuan (KC-6342) usia 60 tahun dari Kecamatan Sucinaraja. 

KC-5756 dan KC-5784 terkonfirmasi positif Covid-19 pada 25 Januari 2021, dan sempat diisolasi dalam perawatan rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia di hari yang sama. 

KC-5756 tercatat merupakan pasien ke-14 meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Banyuresmi, dan  KC-5784 merupakan pasien ketiga meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Kersamanah.

Sedangkan KC-6342 terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari yang bersangkutan meninggal dunia pada 1 Februari 2021. Dia pun tercatat sebagai pasien keempat meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Sucinaraja. 

Meninggalnya ketiga pasien positif Covid-19 tersebut membuat angka kematian akibat Covid-19 di Garut bertambah menjadi sebanyak 203 kasus. 

Meskipun terdapat penambahan sebanyak 98 kasus baru positif Covid-19 dan tiga pasien positif Covid-19 meninggal dunia, terdapat perkembangan cukup menggembirakan dengan sembuhnya sebanyak 103 pasien positif Covid-19 sebelumnya. Termasuk sebagian besar di antaranya merupakan pengurus dan santri dari klaster pesantren di Kecamatan Bungbulang selatan Garut.

Dengan begitu, total jumlah mereka yang sembuh dari Covid-19 di Garut bertambah menjadi sebanyak 4.511 orang.

"Saat ini, 1.176 kasus positif Covid-19 masih isolasi mandiri dan 489 kasus isolasi perawatan rumah sakit," Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut itu menambahkan.(zainulmukhtar)