PT Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Pupuk di Jabar dan Banten

PT Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Pupuk di Jabar dan Banten
istimewa
PT Pupuk Indonesia Percepat Distribusi Pupuk di Jabar dan Banten



INILAH, Cikampek - Untuk memastikan kelancaran penyaluran stok pupuk bersubsidi sesuai penugasan pemerintah, Komisi VI DPR meninjau langsung dua gudang lini III PT Pupuk Indonesia di wilayah Provinsi Banten dan Jawa Barat. 

Kunjungan tersebut untuk memastikan sekaligus mengawasi secara langsung penyaluran pupuk bersubsidi dan kesiapan produsen pupuk di musim tanam kali ini. Khususnya untuk wilayah Jawa Barat dan Banten dapat berjalan dengan tepat dan cepat meskipun di tengah pandemi Covid-19.

Peninjauan stok pupuk bersubsidi di gudang lini III Serang dilakukan rombongan Komisi VI DPR yang diketuai Aria Bima yang didampingi langsung Wakil Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto, Direktur Utama PT Pupuk Kujang Maryadi beserta jajaran Direksi Pupuk Kujang. Rombongan pun terdiri dari perwakilan Keasdepan Industri Pangan & Pupuk (IPP) Kementerian BUMN Edi Cahyono dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar-lembaga Indrasari Wisnu Wardhana.


Saat itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menekankan PT Pupuk Indonesia memperhatikan infrastruktur, peralatan atau sarana dan prasarana pendukung Kartu Tani di masing-masing kios penyalur pupuk. Dia berpandangan, Kartu Tani bisa menjadi solusi kelangkaan pupuk yang seringkali dihadapi para petani.

“Kami memastikan langsung di lapangan, Pupuk Kujang telah menjalankan tugasnya untuk menjaga ketersediaan stok pupuk bersubsidi dan mempercepat distribusinya di musim tanam ini agar petani yang terdaftar dalam e-RDKK bisa segera mendapatkan pupuk subsidi yang dibutuhkan,” kata Aria, belum lama ini.

Sementara itu, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk bisa memenuhi kebutuhan sesuai dengan yang ditugaskan. Untuk itu, seluruh jaringan distribusi penyaluran mulai dari produsen pupuk hingga kios seluruh wilayah kabupaten secara rutin dikoordinasikan untuk kesiapan stok.

“Seperti tadi kami paparkan, secara jumlah itu cukup sampai dengan hari ini. Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2021 yang harus disalurkan PT Pupuk Indonesia sesuai Permentan No 49 Tahun 2020 adalah sebesar 9,04 juta ton,” ujar Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugraha Christijanto.

Sedangkan, berkenaan dengan kunjungan yang dilakukan di wilayah tanggung jawab Pupuk Kujang yakni Jawa Barat & Banten, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi menyampaikan penyaluran pupuk bersubsidi untuk wilayahnya sudah mencapai 99.952 ton.

Secara rinci, Pupuk Kujang diakuinya menyiapkan stok pupuk bersubsidi untuk wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah per 27 Januari 2021 sebesar 90.936 ton. Terdiri dari stok urea bersubsidi sebesar 75.245 ton atau 129% dari ketentuan, pupuk NPK subsidi sebesar 9.439 ton atau 64% dari ketentuan, dan pupuk organik subsidi sebesar 6.252 ton atau 92% dari ketentuan.

Selain itu, stok pupuk urea bersubsidi yang tersedia di gudang Kabupaten Serang hingga 27 Januari 2021 mencapai 3.164 ton. Angka itu dikatakanya dua kali lipat lebih dari ketentuan stok pemerintah yaitu 2.014 ton (157%). Sedangkan, realisasi penyaluran wilayah Serang untuk urea mencapai 3.129 ton atau 145 % dari ketentuan Dinas Pertanian sebesar 2.707 ton. Selain pupuk urea, kesiapan stok petroganik sebanyak 239 ton atau lebih dari empat kali lipat dari ketentuan stok.

Pada keesokan harinya, rombongan Komisi VI DPR melakukan kunjungan dengan meninjau langsung gudang lini III milik Pupuk Kujang di wilayah Cirebon, Jawa Barat. Saat itu, peninjauan dihadiri Martin Manurung selaku pimpinan rombongan Komisi VI didampingi Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal, Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi beserta direksi.

Berdasarkan data per 27 Januari 2021, stok pupuk urea bersubsidi wilayah Cirebon sebesar 3.102 ton atau 216% dari ketentuan stok pemerintah. Sedangkan, stok pupuk organik bersubsidi sebesar 537 ton atau empat kali lipat dari ketentuan.

“Kami pastikan semua stok pupuk bersubsidi di provinsi maupun kabupaten untuk tersalurkan stoknya secara dan mendorong distributor dan kios untuk lebih cepat melakukan penebusan pupuk di Gudang agar dapat segera disalurkan kepada petani yang membutuhkan” jelasn Maryadi.

Dia menambahkan, untuk pendistribusian pupuk subsidi, Pupuk Kujang mengacu pada Permendag Nomor 15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Fasilitas distribusi Pupuk Kujang sendiri saat ini terdiri dari 46 gudang penyangga kapasitas total 186.576 juta ton, 130 lebih distributor, dan 4.168 ribu lebih kios resmi.

Guna mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam e-RDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Kujang mewajibkan distributor selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi jenis urea, NPK dan organik di setiap kios. Sedangkan dalam penyalurannya, Pupuk Kujang berpegang teguh pada ketepatan tempat, harga, jumlah, mutu, jenis, dan waktu (Prinsip 6 Tepat). (*)