Pekan Pertama PPKM II, Masih Banyak Pelanggar Prokes

Pekan Pertama PPKM II, Masih Banyak Pelanggar Prokes
Ilustrasi (zainulmukhtar)



INILAH, Garut - Pekan pertama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahap Dua di Kabupaten Garut, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut menemukan masih banyak pelanggaran protokol kesehatan (prokes) yang dilakukan masyarakat saat beraktivitas.

Tidak menggunakan masker dan menjaga jarak merupakan bentuk pelanggaran prokes paling banyak ditemukan. Baik di jalanan, pasar, tempat perbelanjaan, terminal, maupun kawasan pedagang kaki lima, seperti di pusat kota Garut atau Pengkolan dan sekitar Alun-alun Garut, maupun sekitar Sarana Olahraga (SOR) Kerkoff.

Padahal, kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Garut, terutama kawasan perkotaan masih terus meningkat di samping jumlah kematian karena terpapar Covid-19 juga meningkat.


Petugas pun selalu menertibkan kerumunan masyarakat agar tetap menjaga jarak, termasuk kepada para pedagang yang berjualan tak pada tempatnya.

Bahkan pada Minggu (31/1/2021), petugas memergoki lomba ketangkasan domba digelar di lapangan Kampung Pasir, Desa Panjiwangi, Kecamatan Tarogong Kaler, yang digelar justru oleh aparat desa.

Selanjutnya, panitia dan peserta lomba ketangkasan segera menghentikan kegiatan yang mengundang banyak kerumunan massa tersebut dan segera membubarkan diri, begitu petugas datang ke lokasi.

Namun demikian, tidak semua kerumunan masyarakat dapat terpantau oleh para satuan tugas penjaga prokes. Masih ada sejumlah pedagang maupun pembeli yang tampak tenang-tenang saja bertransaksi tanpa mengenakan masker, seperti terlihat di kawasan Bundaran Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul.

Padahal sejak beberapa hari terakhir, petugas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut melalui gabungan unsur Satpol Pamong Praja (PP) Garut, Polri, TNI, dan Dinas Perhubungan Garut cukup intensif menggelar operasi penerapan PPKM.

Mereka terbagi sejumlah tim yang beroperasi di berbagai tempat. Mulai perkantoran, perbankan, sekolah, pondok pesantren, pasar tradisional, pasar modern, tempat hiburan, rumah makan, kafe, transportasi umum, terminal, hotel, tempat wisata hingga kegiatan sosial budaya.

"Di tempat transportasi dan terminal, dengan target sasaran wilayah Kecamatan Samarang, terdapat 16 pelanggaran prokes dari total jumlah orang yang melintas sebanyak 958 orang," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut Hendra S Gumilang. (zainulmukhtar)