Gawat! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Garut Nyaris Sentuh Angka 200

Gawat! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Garut Nyaris Sentuh Angka 200
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Kematian warga di Kabupaten Garut terpapar Covid-19 terus terjadi setiap hari dalam beberapa waktu terakhir, dan jumlahnya kini nyaris menyentuh angka 200 kasus. 

Hal itu menyusul adanya dua lansia pasien positif Covid-19 meninggal dunia asal Kecamatan Karangpawitan dan Kecamatan Banyuresmi, Sabtu (30/1/2021). 

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Muksin mengatakan, kedua pasien positif Covid-19 meninggal dunia yaitu laki-laki (KC-4547) usia 60 tahun dari Kecamatan Karangpawitan, dan laki-laki (KC-5757) usia 69 tahun dari Kecamatan Banyuresmi.


KC-4547 diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 pada 10 Januari 2021, dan sempat diisolasi perawatan rumah sakit sebelumnya akhirnya meninggal dunia. Dia pun tercatat sebagai pasien ke-14 meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Karangpawitan. 

Sedangkan KC-5757 terkonfirmasi positif Covid-19 pada 25 Januari 2021, dan meninggal saat masih dalam isolasi perawatan. Dia merupakan pasien ke-13 meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Banyuresmi. 

Dengan meninggalnya kedua pasien tersebut maka total jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Garut bertambah menjadi sebanyak 199 orang dari sebelumnya sebanyak 197 orang. Mereka tersebar di 30 dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. 

Berdasarkan data Sub Divisi Pencegahan, KC-4547 dan KC-5757 juga merupakan pasien ke-83 dan ke-84 meninggal dunia terpapar Covid-19 di Garut dari kalangan lansia berumur 60 tahun ke atas.

Persentase kematian positif Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini mencapai sebesar 3,2 persen dari total jumlah positif Covid-19 sebanyak 6.230 kasus. 

Bersamaan meninggalnya dua pasien positif Covid-19, terdapat laporan ditemukan sebanyak 67 kasus baru positif Covid-19. Sebanyak 64 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 112 sampel swab. Sebanyak tiga kasus lain dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 

Muksin menuturkan, sebanyak 67 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 37 perempuan dan 30 laki-laki, berusia antara dua tahun sampai 75 tahun. Termasuk dua balita dan 12 lansia berumur 60 tahun ke atas. 

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (13 kasus), Tarogong Kaler (9 kasus), Cibatu (8 kasus), Leles (7 kasus), Kadungora (5 kasus), Karangpawitan (5 kasus), Garut Kota (3 kasus), dan Kecamatan Wanaraja (3 kasus).

Lalu, dari Kecamatan Banyuresmi (2 kasus), Cilawu (2 kasus), Cisompet (2 kasus), Bayongbong (1 kasus), Cikelet (1 kasus), Karangtengah (1 kasus), Pamulihan (1 kasus), Selaawi (1 kasus), Singajaya (1 kasus), Sukawening (1 kasus), dan Kecamatan Talegong (1 kasus).

Kendati kasus positif Covid-19 dan kematian akibat virus corona tersebut masih terus bertambah, terdapat perkembangan cukup menggembirakan dengan bertambahnya pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 71 orang. Sehingga total jumlah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 kini menjadi sebanyak 4.377 orang (70 persen). 

"Ada sebanyak 1.107 pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri dan 547 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit," kata Muksin.

INILAH mencatat, angka kematian terkait kasus Covid-19 di Kabupaten Garut lebih banyak lagi bila kematian status positif Covid-19 ditambahkan dengan kasus suspek, dan probable, mencapai sebanyak 241 kasus. Terdiri 199 kasus kematian berstatus positif Covid-19, 38 kasus kematian berstatus suspek, dan empat kasus kematian berstatus probable.(zainulmukhtar)