Penyebaran Covid-19 di Garut Makin Tak Terkendali, Pasien Positf Tembus 6.054 Kasus

Penyebaran Covid-19 di Garut Makin Tak Terkendali, Pasien Positf Tembus 6.054 Kasus
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Penularan Covid-19 di Kabupaten Garut hingga kini tampak masih tak terkendali. 

Memasuki hari kelima perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)/Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional, jumlah kasus harian penduduk terkonfirmasi positif Covid-19 dan kematian akibat virus corona tersebut malah meningkat tajam. Sehingga total jumlah positif Covid-19 di Garut kini menembus 6.054 kasus, dan sebanyak 193 kasus di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, terdapat penambahan sebanyak 148 kasus baru positif Covid-19 pada Kamis (29/1/2021) yang membuat total jumlah positif Covid-19 meningkat menjadi sebanyak 6.054 kasus. 


Dari sebanyak 148 kasus baru positif Covid-19 itu, sebanyak 147 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 272 sampel swab. Sebanyak satu kasus lainnya dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Sebanyak 148 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 88 perempuan dan 60 laki-laki, berusia antara empat bulan sampai 83 tahun. Termasuk tiga balita dan 14 lansia berumur 60 tahun ke atas.

Mereka berasal dari Kecamatan 

Bungbulang (19), Garut Kota (15 kasus), Tarogong Kaler (14 kasus), Kadungora (13 kasus), Tarogong Kidul (12 kasus), Karangpawitan (11 kasus), Sukawening (10 kasus), Bayongbong (9 kasus), Leles (8 kasus), Balubur Limbangan (7 kasus), Pasirwangi (7 kasus), Cibiuk (4 kasus), Cilawu (4 kasus), Selaawi (4 kasus), Banyuresmi (2 kasus), Leuwigoong (2 kasus), Malangbong (2 kasus), Samarang (2 kasus), Cibatu (1 kasus), Karangtengah (1 kasus), dan Kecamatan Wanaraja (1 kasus). 

Bersamaan temuan sebanyak 148 kasus baru positif Covid-19 tersebut, dilaporkan ada sebanyak 23 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka terdiri 16 perempuan dan tujuh laki-laki, berusia antara dua tahun sampai 65 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (6 kasus), Cibatu (5 kasus), Garut Kota (4 kasus), Tarogong Kaler (3 kasus), Banjarwangi (1 kasus), Bayongbong (1 kasus), Bungbulang (1 kasus), Cikajang (1 kasus), dan Kecamatan Pasirwangi (1 kasus).

Dengan demikian, jumlah mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 bertambah menjadi sebanyak 4.277 orang.

Namun begitu, terdapat pula laporan ada sebanyak empat pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Yakni perempuan (KC-5094) usia 43 tahun dari Kecamatan Balubur Limbangan, perempuan (KC-5783) usia 46 tahun dari Kecamatan Karangpawitan, perempuan (KC-5907) usia 61 tahun dari Kecamatan Banyuresmi, dan laki-laki (KC- 6054) usia 83 tahun dari Kecamatan Wanaraja.

KC-5094 sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 pada 17 Januari 2021, sebelum akhirnya meninggal dunia. Dia tercatat merupakan pasien ketiga positif Covid-19 meninggal dunia asal Kecamatan Balubur Limbangan.

KC-5783 juga sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit, menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 pada 25 Januari 2021.  Dia merupakan pasien ke-13 positif Covid-19 meninggal dunia asal Kecamatan Karangpawitan. 

Sedangkan KC-5907, dan KC-6054 meninggal dunia bersamaan terkonfirmasi positif Covid-19 pada 28 Januari 2021. KC-5907 diketahui merupakan pasien positif Covid-19 meninggal dunia kesebelas asal Kecamatan Banyuresmi, dan KC-6054 merupakan pasien positif Covid-19 meninggal dunia keenam asal Kecamatan Wanaraja.

Meninggalnya keempat pasien positif Covid-19 tersebut membuat angka kematian akibat Covid-19 di Garut meningkat lagi menjadi sebanyak 193 kasus.

"Ada sebanyak 1.058 pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri, dan sebanyak 526 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit," Muksin yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut itu menambahkan.(zainulmukhtar)