Musim Hujan, Sektor Perkebunan Jabar Masih Aman

Musim Hujan, Sektor Perkebunan Jabar Masih Aman



INILAH, Bandung-Musim hujan panjang yang terjadi di Jawa Barat belum mempengaruhi sektor perkebunan secara signifikan. Yang dikhawatirkan, bilamana terjadi anomali cuaca dan itu akan berdampak meruginya berbagai komoditas. 

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Hendy Jatnika mengatakan musim hujan yang terjadi saat ini merupakan siklus yang normal. Di mana sebagai negara tropis memiliki dua musim, yakni siklus kemarau dan hujan. 

"Nah sekarang periode hujan sampai Februari. Nanti yang khawatir itu kalau sampai Maret masih hujan terus hujan berkepanjangan itu yang mengkhawatirkan," ujar Hendy. 


Dia menyampaikan, saat ini masih dalam siklus normal yang kerap terjadi dalam setiap tahun. Kendati demikian, memang untuk beberapa daerah mengalami intensitas hujan yang tinggi. 

Untuk perkebunan sendiri, bulan Januari ini memasuki musim tanam. Di mana setelah musim hujan usai, maka tanaman tersebut bakal mengeluarkan bunga hingga akhirnya berbuah. 

Hanya saja, yang menjadi perhatian bilamana terjadi anomali, misalnya saat memasuki musim kemarau masih terjadi hujan. 

"Itu yang yang bisa merugikan di berbagai komoditas tidak hanya di perkebunan tapi pertanian lain," ungkap dia. 

Lebih lanjut, Hendy pun memaparkan sejumlah penyakit yang berpotensi terjadi pada komoditas perkebunan pada musim hujan ini. Di antaranya seenagab jamur dan bakteri mengingat dalam kondisi lembah. 

"Mereka (petani) sudah dikasih bimbingan sejak lama (untuk mengantisipasi)," katanya. 

Di samping itu, yang paling rawan terjadi di musim hujan yaitu berkembangnya penyakit tanaman, seperti cacar daun di tanaman cengkeh, karat daun di tanaman kopi.  Khusus cacar daun, dapat juga terjadi di tanaman teh. 

"Kelembaban tinggi jadi mudah menyebar penyakitnya baik virus ataupun bakteri yang menyebabkan penyakit tanaman," katanya. 

Mengingat di Jabar sendiri rawan terjadi bencana khususnya pada musim hujan, Hendy juga menyebutkan sejumlah kendala yang diakibatkan jika terjadi longsor dan banjir. 

"Kalau longsor itu biasanya bermasalah dengan akses petaninya. Kalau banjir biasanya kalau di Jabar hanya satu dua hari saja, nanti juga biasa lagi," pungkas dia. (riantonurdiansyah)