Astaga, 22 Bayi Baru Lahir di RSUD Cibinong Terpapar Covid-19

Astaga, 22 Bayi Baru Lahir di RSUD Cibinong Terpapar Covid-19
Direktur Utama  RSUD Cibinong Wahyu Eko Widiharso. (Reza Zurifwan)



INILAH, Cibinong- Jika di RSUD Ciawi ada 20 orang bayi baru lahir terpapar wabah Covid 19 selama Bulan Januari Tahun 2021, di RSUD Cibinong jumlahnya mencapai 22 orang.

Sama seperti kasus serupa, 22 orang bayi baru lahir di RSUD Cibinong ini terpapar dari ibu kandungnya hingga mereka tidak bisa pulang ke rumah hingga sang ibu dinyatakan sembuh dari wabah Covid 19.

"Selama Bulan Januari ini ada 22 orang bayi baru lahir yang terpapar wabah Covid 19, mereka dinyatakan suspect dan orang tanpa gejala (OTG) setelah ibunya juga dinyatakan terpapar Covid 19," ucap Direktur Utama  RSUD Cibinong Wahyu Eko Widiharso kepada wartawan, Rabu, (27/1).


Ia menerangkan dari 22 orang bayi yang terpapar wabah Covid 19, 18 orang non
Mobile Intensif Care Unit (unit perawatan intensif bergerak) dan 4 orang lainnya dirawat di Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

"Alhamdulillah setelah dirawat di Ruangan NICU maupun MICU mereka banyak yang sudah sembuh, bayi-bayi yang terpapar wabah Covid 19 itu bergantian dirawatnya karena kita hanya punya 16 tempat tidur khusus bayi baru lahir," terangnya.

Diwawancarai di tempat yang sama, Fusia Mediawati Wakil Direktur Pelayanan RSUD Menuturkan  bahwa bayi baru lahir tersebut daya imunitasnya sangat bagus hingga mereka cepat dinyataka sembuh.

"Daya imunitas para bayi ini bagus karena mereka tetap diasup oleh Air Susu Ibu (ASI), ibunya pun harus memakan makanan yang sehat dan bergizi demi kesehatan ibu dan bayinya. Dalam menyusui pun mereka diharuskan melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19," tutur Fusia.

Wanita yang akrab disapa Uche ini melanjutkan walaupun ada kenaikan trend bayi baru lahir terpapar  wabah Covid 19, jajarannya belum merencanakan pengadaan alat ICU untuk bayi baru lahir yang terpapar wabah Covid 19.

"Saat ini kebutuhan  alat ICU pasien Covid 19 berusia dewasa lebih dibutuhkan karena sampai saat ini ada antrian karena penuh, kalau untuk pasien bayi itu masih terkendali karena umumnya mereka tidak butuh perawatan yang intensif," lanjutnya. (Reza Zurifwan)