Belum Sebulan 2021, 20 Bayi Lahir Terpapar Covid di RSUD Ciawi

Belum Sebulan 2021, 20 Bayi Lahir Terpapar Covid di RSUD Ciawi



INILAH, Bogor - Trend penyebaran wabah virus corona (Covid-19) terhadap bayi baru lahir di Bumi Tegar Beriman mengalami peningkatan. Di awal tahun 2021 ini setidaknya 20 orang bayi lahir terpapar dari ibunya.

Data jumlah 20 orang bayi baru lahir yang terpapar itu hanya di RSUD Ciawi. Belum didata secara keseluruhan di wilayah Kabupaten Bogor. Mereka diketahui terpapar dari ibunya.

“Kalau dihitung di awal 2021 sekitar 20 orang bayi baru lahir telah terpapar wabah Covid-19. Rata-rata kalau ibu hamil terpapar maka anaknya juga terpapar wabah tersebut,” kata Direktur Utama RSUD Ciawi Muhammad Tsani kepada INILAH, Senin (25/1).


Ia menambahkan karena keterbatasan tempat tidur, inkubator dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) maka jajarannya pun sedang berupaya untuk melakukan pengadaan barang.

"Awalnya kami hanya perangkat perawatan bayi terpapar Covid sebanyak dua unit, lalu bertambah hingga menjadi 12 unit. Karena kemungkinan  trendnya terus meningkat, kami akan melakukan pengadaan barang setidaknya menjadi 15 buah perangkat,” tambahnya.

Tsani, panggilan akrabnya menuturkan untuk bayi normal, proses penyembuhannya bisa mencapai tujuh hari, sedangkan untuk bayi yang lahir prematur waktu perawatannya lebih lama.

“Proses penyembuhan bayi baru lahir yang terpapar wabah Covid-19 itu tergantung kondisinya. Kalau kesehatannya normal bisa memakan waktu tujuh hari sedangkan yang prematur dan ada penyakit bawannya maka waktu penyembuhannya lebih lama," tutur Tsani.

Ia melanjutkan  bagi bayi yang sembuh sedangkan ibunya masih dalam proses penyembuhan wabah Covid 19, maka tetap bisa memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif.

"Bayi tetap harus diberikan ASI demi kesehatannya dan ASI yang ibunya terpapar wabah Covid-19 tidak menjadi media penularan penyakit. Alhamdulillah bayi-bayi itu kuat kondisinya hingga walaupun kasusnya meningkat tidak ada bayi baru lahir yang meninggal dunia karena terpapar wabah Covid 19,” lanjutnya. (reza zurifwan)