Lagi, Enam Lansia Terpapar Covid-19 di Garut Meninggal

Lagi, Enam Lansia Terpapar Covid-19 di Garut Meninggal
istimewa



INILAH, Garut- Angka kematian di kalangan lansia berumur 60 tahun ke atas terpapar Covid-19 di Kabupaten Garut terus meningkat menjadi sebanyak 77 orang. 

Hal itu menyusul adanya enam lansia terkonfirmasi positif Covid-19 asal enam kecamatan meninggal dunia pada hari terakhir Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM)/Pembatasan Sosial Berskala Besar secara Proporsional di Garut, Minggu (25/1/2021).

Keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, keenam pasien lansia tersebut yakni laki-laki (KC-4573) usia 77 tahun dari Kecamatan Banyuresmi, perempuan (KC-4708) usia 66 tahun dari Kecamatan Garut Kota, laki-laki (KC-5001) usia 61 dari Kecamatan Singajaya, perempuan (KC-5373) usia 76 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler, perempuan (KC-5479) usia 60 tahun dari Kecamatan Kadungora, dan perempuan (KC-5752) usia 68 tahun dari Kecamatan Wanaraja. 


KC-4573 sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit, menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 pada 11 Januari 2021 sebelum akhirnya meninggal dunia. Dia tercatat merupakan pasien kesepuluh meninggal dunia terpapar Covid-19 asal Kecamatan Banyuresmi.  

KC-4708 sempat diisolasi perawatan rumah sakit, menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 pada 13 Januari Garut. Dia tercatat sebagai pasien positif Covid-19 meninggal dunia ke-26 asal Kecamatan Garut Kota. 

KC-5001 meninggal saat masih dalam isolasi perawatan rumah sakit. Dia dikonfirmasi positif Covid-19 pada 16 Januari 2021, dan diketahui merupakan pasien positif Covid-19 kedua meninggal dunia asal Kecamatan Singajaya.

KC-5373 terkonfirmasi positif Covid-19 pada 21 Januari 2021. Dia meninggal dunia saat masih dalam isolasi perawatan rumah sakit. Dia merupakan pasien positif Covid-19 kesepuluh meninggal dunia asal Kecamatan Tarogong Kaler. 

Pun KC-5479 meninggal dunia saat masih dalam isolasi perawatan rumah sakit, menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 pada 22 Januari 2021. Dia merupakan pasien positif Covid-19 kesepuluh meninggal dunia asal Kecamatan Kadungora. 

Lain lagi dengan KC-5752 yang meninggal dunia bersamaan dikonfirmasi positif Covid-19 pada 25 Januari 2021. Dia pun tercatat sebagai pasien positif Covid-19 kelima meninggal dunia asal Kecamatan Wanaraja. 

Meninggalnya keenam lansia pasien positif Covid-19 tersebut membuat total jumlah kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut meningkat lagi menjadi sebanyak 181 kasus. 

INILAH mencatat, kendati kematian di kalangan lansia pasien Covid-19 bertambah menjadi sebanyak 77 kasus (43 persen), kasus kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut didominasi kalangan usia produktif berumur antara 16 tahun sampai 59 tahun sebanyak 104 kasus (57 persen). 

Namun begitu, dengan adanya 77 lansia meninggal terpapar Covid-19 itu menunjukkan persentase tingkat kematian di kalangan lansia positif Covid-19 di Garut terbilang cukup tinggi, mencapai sekitar 14 persen dari total lansia terpapar Covid-19 sebanyak 557 orang. 

Sedangkan persentase kematian di kalangan pasien positif Covid-19 berusia di bawah 60 tahun mencapai sekitar dua persen (104 kasus) dari total kasus positif Covid-19 berusia di bawah 60 tahun sebanyak 5.195 orang. 

Secara keseluruhan, persentase tingkat kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut terbilang cukup tinggi, mencapai sekitar tiga persen (181 kasus) dari total positif Covid-19 sebanyak 5.752 kasus. 

Muksin yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut menyebutkan, kasus positif Covid-19 sendiri bertambah sebanyak 101 kasus. Sehingga total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut melonjak lagi menjadi sebanyak 5.752 kasus.

Dari sebanyak 5.572 kasus itu, sebanyak 98 kasus di antaranya ditemukan dari hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 156 sampel swab dan tiga kasus dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.

Sebanyak 101 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 65 perempuan dan 36 laki-laki, berusia antara satu hari sampai 80 tahun. Termasuk lima balita dan 16 lansia berumur 60 tahun ke atas.

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler (13 kasus), Cilawu (10 kasus), Cikajang (7 kasus), Karangpawitan (6 kasus), Tarogong Kidul (6 kasus), Banjarwangi (5 kasus), Bayongbong (5 kasus), Balubur Limbangan (5 kasus), Sukawening (5 kasus), Cibatu (4 kasus), Garut Kota (4 kasus), Kersamanah (4 kasus), Singajaya (4 kasus), dan Kecamatan Wanaraja (4 kasus).

Juga, dari Kecamatan Kadungora (3 kasus), Cisurupan (3 kasus), Leuwigoong (3 kasus), Banyuresmi (2 kasus), Leles (2 kasus), Pakenjeng (2 kasus), Bungbulang (1 kasus), Cibalong (1 kasus), Pameungpeuk (1 kasus), Pamulihan (1 kasus), dan Kecamatan Pangatikan (1 kasus). 

Terdapat pula laporan bertambahnya pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh sebanyak 29 kasus. Sehingga total jumlah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Garut menjadi sebanyak 4.160 orang.

"Masih ada sebanyak 867 pasien positif Covid-19 isolasi mandiri, dan sebanyak 544 pasien positif dalam isolasi perawatan rumsah sakit," kata Muksin.(zainulmukhtar)