Dana PEN Jangan Disia-siakan, Tiga Dinas Ini Diminta Fokus

Dana PEN Jangan Disia-siakan, Tiga Dinas Ini Diminta Fokus
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meminta Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) fokus dalam upaya menyerap anggaran pembangunan yang berasal dari pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Seakan belajar dari sebelumnya, dia tak mau kejadian gagal serap pada proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi terulang di proyek-proyek pembangunan lainnya yang anggarannya bersumber dari PEN.

Informasi yang dihimpun INILAH, pada 2021 ini Kabupaten Bogor kembali mendapatkan dana PEN sebesar Rp64,4 miliar. Jumlah tersebut menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp92,1 miliar.


Dana PEN sebesar Rp64,4 miliar itu dialokasikan untuk penataan alun-alun Cirimekar sebesar Rp10,7 miliar, pembangunan ruas Jalan Cigudeg sebesar Rp28,7 miliar, dan revitalisasi Pasar Cisarua sebesar Rp25 miliar.

"Jangan sampai mangkraknya proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi terulang dan tersia-siakan lagi, hingga berakibat pendanaan lanjutan pembangunannya 'diambil' dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tingkat II hingga saya minta DPKPP, Dinas PUPR, dan Disdagin fokus dalam mengawal proyek pembangunan yang sumber pendanannya dari PEN," pinta Iwan kepada wartawan, Minggu (24/1/2021).

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor ini pun menekankan agar tiga proyek pembangunan alun-alun, jalan dan pasar ini segera dilelang di awal Tahun 2021 ini untuk menghindari potensi gagal lelang.

"Tiga proyek ini kan nilainya di atas Rp10 miliar hingga agar menghindari potensi gagal lelang, maka tiga dinas terkait harus melelangnya pada awal tahun ini. Selain itu, proyek ini harus selesai tepat waktu hingfa tidak diluncurkan ke awal 2022 mendatang," sambungnya.

Iwan juga akan memerintahkan Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kabupaten Bogor Bambam tegas dalam menentukan pemenang kontrak penyedia jasa maupun konsultan pengawasnya.

"Dugaan saya proyek yang pendanaannya bersumber dari luar APBD Tingkat II bakal banyak follower-nya karena menganggap mereka yang berjasa menggiring anggaran ini hingga dia membawa orang untuk memenangkan  tiga proyek ini. Bagian Pengadaan Barang dan Jasa harus tegas dan objektif," tegas Iwan.

Diwawancarai terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mejelaskan bahwa dana PEN 2021 ini berkurang dari rencana permohonan sebelumnya yaitu dari Rp69,4 miliar menjadi Rp64,4 miliar.

"Rencana awal Kabupaten Bogor dapat dana PEN sebesar Rp69,4 miliar namun karena dana Command Center Dinas Komunikasi dan Informatika dialihkan ke bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Barat maka nilaimya berkurang menjadi Rp64,4 miliar. Saya minta tiga dinas terkait yang mendapatkan alokasi anggaran ini cepat dan tepat dalam melaksanakan tugasnya," jelas Ade. (Reza Zurifwan)