Update Covid-19 Garut: 3 Lansia Positif, Total Meninggal 211

Update Covid-19 Garut: 3 Lansia Positif, Total Meninggal 211
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut- Kematian terkait kasus Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah lagi menjadi sebanyak 211 kasus, meliputi kasus positif, suspek, dan probable.

Hal itu menyusul meninggalnya tiga lansia laki-laki berumur 60 tahun ke atas pasien positif Covid-19 dan seorang pasien probable, Kamis (21/1/2020).

Koordinator Komunikasi Publik/Humas Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Muksin menyebutkan, tiga lansia pasien positif Covid-19 meninggal dunia yaitu laki-laki (KC-4448) usia 73 tahun dari Kecamatan Kersamanah, laki-laki (KC-5213) usia 82 tahun dari Kecamatan Cilawu, dan laki-laki (KC-5339) usia 70 dari Kecamatan Karangpawitan. 


KC-4448 sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit, menyusul terkonfirmasi positif Covid-19 pada 9 Januari 2021. Dia tercatat sebagai pasien positif Covid-19 kedua meninggal dunia asal Kecamatan Kersamanah. KC-5213 juga sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit sejak dikonfirmasi positif Covid-19 pada 19 Januari 2021, sebelum akhirnya meninggal dunia. Dia pun tercatat merupakan pasien positif Covid-19 ke-15 meninggal dunia asal Kecamatan Cilawu.

Sedangkan KC-5339 meninggal dunia pada hari terkonfirmasi positif Covid-19 pada 21 Januari 2021. Dia diketahui merupakan pasien positif Covid-19 kesepuluh meninggal dunia asal Kecamatan Karangpawitan.

Dengan meninggalnya ketiga pasien positif Covid-19 tersebut maka total jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia di Kabupaten Garut bertambah menjadi sebanyak 169 orang.

Satu lagi pasien meninggal dunia terkait kasus Covid-19 yakni perempuan usia 21 tahun berstatus probable Covid-19 dari Kecamatan Sucinaraja. Sehingga total kasus probable di Garut bertambah menjadi sebanyak empat kasus, dan semuanya meninggal dunia. 

Dengan bertambahnya pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjadi sebanyak 169 dan kasus probable menjadi sebanyak empat orang, lalu ditambahkan sebanyak 38 pasien suspek meninggal dunia sebelumnya maka total jumlah kematian terkait kasus Covid-19 meningkat lagi menjadi sebanyak 211 kasus. 

Total jumlah kasus Covid-19 sendiri meliputi kasus positif, suspek, kontak erat, dan probable di Kabupaten Garut mencapai sebanyak 29.344 kasus. Terdiri 5.401 kasus positif, 6.028 kasus suspek, 17.911 kasus kontak erat, dan empat kasus probable.

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut juga melaporkan ada penambahan sebanyak 128 kasus baru positif Covid-19. Sehingga total jumlah positif Covid-19 di Garut meningkat lagi menjadi sebanyak 5.401 kasus. 

Menurut Muksin yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, dari sebanyak 128 kasus baru positif Covid-19 itu, sebanyak 126 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 202 sampel swab, dan dua kasus dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 

Persentase temuan kasus positif Covid-19 dari sebanyak 202 sampel swab tersebut terbilang tinggi, mencapai sekitar 62 persen.

Sebanyak 128 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 71 perempuan dan 57 laki-laki, berusia antara dua hari sampai 70 tahun, termasuk tujuh balita dan sebelas lansia berumur 60 tahun ke atas.  
Mereka berasal dari Kecamatan Banyuresmi (14 kasus), Garut Kota (13 kasus), Tarogong Kaler (12 kasus), Karangpawitan (12 kasus), Wanaraja (12 kasus), Tarogong Kidul (11 kasus), Cilawu (9 kasus), Kadungora (7 kasus), Cikajang (6 kasus), Singajaya (6 kasus), dan Kecamatan Sukawening (6 kasus).
Juga dari Kecamatan Balubur Limbangan (5 kasus), Selaawi (5 kasus), Bayongbong (2 kasus), Cibatu (2 kasus), Leles (2 kasus), Cigedug (1 kasus), Pangatikan (1 kasus), Pasirwangi (1 kasus), dan Kecamatan Sucinaraja (1 kasus).

Dilaporkan pula ada sebanyak 76 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Sehingga angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah menjadi sebanyak 4.029 kasus.

"720 pasien positif saat ini masih isolasi mandiri, dan 483 pasien positif lainnya isolasi perawatan rumah sakit," Muksin menambahkan.(zainulmukhtar)