DPRD Kabupaten Bogor Minta BPBD Kuatkan Mitigasi Bencana Alam

DPRD Kabupaten Bogor Minta BPBD Kuatkan Mitigasi Bencana Alam
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Cisarua - Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menguatkan program mitigasi bencana alam.

Hal itu karena pada kejadian bencana alam tanah longsor dan banjir bandang di perumahan karyawan PT Perkebunan Nusantara VIII Blok C Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Cisarua pemerintah desa setempat sudah melaporkan bencana alam tanah longsor sebelumnya di Curug Cisampai.

"Harusnya ketika bencana alam tanah longsor sebelumnya di Curug Cisampai Bulan Desember lalu, langsung ada langkah mitigasi  dari BPBD hingga tidak terjadi bencana alam yang lebih besar seperti yang terjadi Selasa pagi kemarin," kata Rudy kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).


Dia menerangkan, dari sisi anggaran langkah mitigasi juga lebih efesien karena tidak sebesar anggaran penangganan bencana alam  seperti yang terjadi saat ini.

"Anggaran mitigasi pastinya lebih murah dan efesien, selain itu masyarakat tidak menjadi korban bencana alam, kehilangan rumah, kehilngan barang-barang, kehilangan akses insfrastruktur hingga mungkin kehilangan penghasilan selama dalam penangganan. Saya minta langkah-langkah mitigasi bencana alam di perkuat lagi oleh BPBD," terangnya.

Diwawancarai terpisah, Kepala BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan menjelaskan secara tugas, pokok dan fungsi, jajarannya berbeda dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kalau BNPB itu bisa langsung bertindak melakukan mitigasi, sedangkan BPBD lebih kepada pelatihan sumber daya manusia (SDM) masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana. Hingga kalau ada laporan titik rawan, kami menyurati Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk membangun insfrstruktur dinding penahan tanah lalu untuk penanaman pohon keras atau vetiver kami akan menyurati Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan," jelas Yani.

Terkait laporan pemerintahan Desa Tugu Selatan, dia mengaku akan mengeceknya lagi. Sebab, dia menuturkan pada Desember lalu pihaknya cukup banyak menerima laporan dan menanggani bencana alam

"Saya gak ingat kalau mengenai laporan dari pemerintahan Desa Tugu Selatan dan akan saya cek. Jujur saja, pada Desember 2020 lalu kejadian bencana alam lebih dari 57 kejadian dimana ada bencana alam angin kencang, tanah longsor, banjir, pergeseran tanah, orang tenggelam, kebakaran dan lainnya," tuturnya. (Reza Zurifwan)