Perumahan Karyawan Diterjang Banjir, Ini Instruksi Menteri untuk PTPN VIII

Perumahan Karyawan Diterjang Banjir, Ini Instruksi Menteri untuk PTPN VIII



INILAH, Cisarua - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi, Rabu (20/1/2021) mengunjungi ratusan orang pengungsi di beberapa gedung di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Ia juga melihat kondisi perumahan karyawan PTPN VIII di Blok C Kampung Rawa Dulang RW 02 dan RW 03 Desa Tugu Selatan, Cisarua Kabupaten Bogor pasca  mengalami bencana alam banjir bandang dan tanah longsor pada Rabu 09.45 WIB kemarin. 

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini meminta PTPN  VIII menanam pohon-pohon keras di wilayahnya, terutama di lahan-lahan yang terbilang kris akan bencana alam.


“Saya minta PTPN VIII untuk memperbanyak penanaman pohon-pohon keras, vetiver di lahan-lahan yang terbilang kritis akan bencana alam dan untuk lahan kritis jangan ditanami pohon teh," ungkap Muhadjir kepada wartawan.

Ia juga mengusulkan agar rumah karyawan yang rentan akan bencana alam tanah longsor atau banjir direlokasi ke tempat yang lebih aman.

“Kalau ada rumah karyawan berada di lokasi yang kritis atau rentan akan bencana alam, segera direlokasi ke lahan yang lebih aman akan bencana alam,” sambungnya.

Muhadjir menuturkan ia juga akan berbicara dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terkait penangganan, langkah-langkah konkret dan mitigasi  bencana alam tanah longsor dan banjir bandang.

"Untuk teknis penangganan, langkah-langkah konkrit dan mitigasi kita akan bicarakan lagi baik dengan Menteri BUMN, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) atau PTPN VIII sendiri," tutur Muhadjir.

Ia menambahkan Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dan kabupaten Cianjur yang menyangga ibu kota Republik Indonesia DKI Jakarta merupakan wilayah strategis nasional hingga pemerintah terus memperbaiki cara penangganan alamnya.

"Kami terus mengevaluasi dalam penangganan bencana alam, secara sistemik akan terus diperbaiki," tambahnya. (Reza Zurifwan)