Jabar Sosialisasikan Prokes di Tempat Wisata Lewat Film

Jabar Sosialisasikan Prokes di Tempat Wisata Lewat Film
Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Dudi Sudrajat. (antara foto)



INILAH, Bandung- Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) bersama Aria Production segera menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di destinasi wisata lewat film dengan tujuan penanganan COVID-19 dan kegiatan pariwisata dapat berjalan beriringan.

Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Dudi Sudrajat Abdurachim di Bandung, Selasa, mengatakan selain sosialisasi protokol kesehatan, film tersebut dapat mempromosikan destinasi wisata di Jabar.

"Film ini bercerita tentang situasi pandemi COVID-19. Bagaimana kita harus disiplin dan memprioritaskan kesehatan saat berwisata," kata Dudi.

Dudi menjelaskan jika protokol kesehatan diterapkan dengan ketat saat berwisata, roda produksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif, akan kembali bergairah.

“Destinasi wisata tetap berjalan dengan disiplin protokol kesehatan. Karena sektor pariwisata ini banyak dimensinya, seperti UMKM yang harus dijaga keberlangsungannya untuk terus beraktivitas ekonomi,” ujarnya.

Menurut Dudi, sosialisasi protokol kesehatan lewat film dapat dikembangkan bersama kabupaten/kota. Sebab, lewat film, pesan terkait protokol kesehatan dan promosi destinasi wisata dapat tersampaikan dengan baik.

“Sangat mungkin kedepan kita bekerja sama dengan kabupaten/kota atau pusat, tapi kita ingin memberi contoh dulu. Kita lihat dulu feedback dari masyarakat seperti apa, kita evaluasi tingkat efektivitasnya seperti apa,” katanya.

Eksekutif Produser Aria Production Pamriadi mengatakan, dalam film tersebut, pesan soal bagaimana berwisata dengan aman, nyaman, dan sehat, menjadi fokus utama. Film berdurasi 60 menit itu dibintangi oleh Icuk Nugroho dan akan tayang di stasiun televisi nasional.

“Tujuan kita membuat film ini ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa sebetulnya untuk berwisata itu kita bisa aman dan nyaman kalau protokol kesehatan dijalankan,” kata Pamriadi.