Banjir Bandang Gunung Mas, Warung Ambruk dan Puluhan Rumah Terendam Lumpur 

Banjir Bandang Gunung Mas, Warung Ambruk dan Puluhan Rumah Terendam Lumpur 
Foto-foto: Reza Zurifwan
Banjir Bandang Gunung Mas, Warung Ambruk dan Puluhan Rumah Terendam Lumpur 
Banjir Bandang Gunung Mas, Warung Ambruk dan Puluhan Rumah Terendam Lumpur 
Banjir Bandang Gunung Mas, Warung Ambruk dan Puluhan Rumah Terendam Lumpur 
Banjir Bandang Gunung Mas, Warung Ambruk dan Puluhan Rumah Terendam Lumpur 



INILAH, Bogor - Dua unit rumah dan satu warung di Blok C Kampung Dulang RT 02 RW 02 Perumahan Karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII mengalami rusak sedang dan ambruk atau rusak berat usai diterjang anjir bandang Sungai Cisampai, Selasa (19/1/2021).

Selain itu, puluhan unit rumah lainnya terendam lumpur akibat tanah longsor di perbukitan berketinggian 150 meter yang berada di atas perumahan karyawan PTPN VIII tersebut.

"Awalnya bukit berketinggian 150 meter mengalami longsor atau erosi pada pukul 09.15 WIB, lalu karena menutupi mata air hingga tidak terbendung sekitar pukul  09.45 WIB terjadilah banjir bandang hingga merusakkan dua unit rumah dan satu warung lainnya mengalami ambruk hingga rata dengan tanah," tutur Ketua RW 02 Blok C Kampung Rawa Dulang Asep Atuy kepada wartawan. 


Dia menerangkan, semenjak bukit diatas perumahan atau Kampung Rawa Dulang mengalami bencana alam tanah longsor, pihak PTPN VIII langsung mengungsikan warga ke Gedung Ir Rachmad Affandi di dekat pabrik teh.

"Alhamdulillah warga Blok C Kampung Rawa Dulang sudah diungsikan oleh PTPN VIII, hingga walaupun sudah lima kali terjadi limpahan air (banjir bandang) perhari ini tidak ada korban jiwa maupun luka. Hanya rumah, warung dan peralatan rumah tangga yang mengalami kerusakan namun untuk prakiraan kerugian materil belum kami hitung karena fokus menyelamatkan warga," terangnya.

Pria berusia 52 tahun dan memiliki dua orang anak ini menjelaskan terjadinya bencana alam maupun tanah longsor dikarenakan curahan hujan yang tinggi dimana hujan turun selama lebih dari 24 jam.

"Bukit yang berada di atas perumahan atau Blok C Kampung Rawa Dulang dalam kondisi tidak gundul, bencana alam tanah longsor dan banjir bandang ini karena kawasan Puncak diguyur hujan selama lebih dari 24 jam," jelas Asep.

Sementara itu, Herman (32) warga Blok C Kampung Rawa Dulang lainnya menambahkan bahwa seumur hidupnya baru kali ini kampungnya terkena musibah tanah longsor dan banjir bandang.

"Saya lahir dan hidup di sini selama 32 tahun, walaupun Kawasan Puncak sering diguyur hujan baru kali ini Blok C Kampung Rawa Dulang mengalami bencana alam sekaligus yaitu tanah longsor dan banjir bandang. Mudah-mudahan Pemkab Bogor selain melakukan penangganan bencana juga melakukukan mitigasi bencana alam di kampung kami," tambah Herman. (Reza Zurifwan)