RS Pasien Covid 19 di Kab Bogor Hampir Penuh, Dinkes Tinjau Wisma Atlet Cilodong

RS Pasien Covid 19 di Kab Bogor Hampir Penuh, Dinkes Tinjau Wisma Atlet Cilodong
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor- Penyebaran wabah virus corona (Covid 19) di Kabupaten Bogor terus meningkat dimana perharinya jumlah masyarakat yang terpapar wabah tersebut bisa mencapai 97 orang perhari (kasus hari Minggu kemarin).

Hingga saat ini, total data masyarakat Kabupaten Bogor yang terpapar wabah Covid 19 ada 6.656 orang dimana 5.636 orang telah sembuh, 79 orang telah meninggal dunia, 6 orang telah pindah domili dan 935 orang lainnya masih dalam perawatan.

Selain itu, untuk jumlah tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan melawan wabah Covid 19 pun ikut terpapar wabah tersebut sebanyak 652 orang, dimana 494 orang telah  sembuh, 154 orang masih dalam perawatan dan 8 orang lainnya telah gugur.


Banyaknya pasien Covid 19 yang butuh ruang perawatan hampir tidak seimbang dengan jumlah ruang perawatan du rumah sakit maupun pusat isolasi Covid 19, oleh karena itu Pemkab Bogor pun bekerjasama dengan Markas Divif 1 Kostrad di Cilodong sedang berupaya menambah jumlah rumah sakit.

"Tingkat hunian pasien Covid 19 di rumah sakit maupun pusat isolasi Covid 19 terus meningkat dan dibawah standar World Health Organization (WHO), dimana sebelumnya 91, 3 persen menjadi 92 persen. Oleh karena itu mewujudkan rencana sebelumnya kami dari tim Dinas Kesehatan besok akan mensurvey lokasi Wisma Atlet yang berada di Markas Divif 1 Cilodong,"  ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Mike Kartalina Suwardi kepada wartawan, Senin, (18/1).

Mantan Direktur Utama  RSUD Cileungsi ini menerangkan bahwa selain survey, jajarannya juga mendetailkan kerjasama dengan Komandan Markas Divif 1 Kostrad Cilodong.

"Kami juga akan membahas apakah Pemkab Bogor tinggal mengirimkan padien saja atau kita harus mensupport peralatan medis, alat pelindung diri, obat-obatan, vitamin atau juga harus menyediakan tenaga medisnya," terangnya.

Mike menuturkan bahwa dengan banyak terpaparnya tenaga kesehatan, maka jumlah ketersediaan atau kesiapan akan tenaga dokter, perawat, apoteker hingga administrasi yang melayani pasien Covid 19 juga akan berkurang.

"Mereka tenaga kesehatan yang terpapar wabah Covid 19 itu bukan tidak menggunakan alat pelindung diri atau tidak melaksanakan protokol kesehatan Covid 19 tetapi karena daya imunitas mereka yang menurun akibat terus bekerja dalam penangganan wabah Covid 19. Oleh karena itu kami pun terus menghimbau agar masyarakat disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) Covid 19 Lima Saja terdiri dari lima aksi nyata yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meningkatkan daya tahun tubuh dengan aktivitas olahraga, istirahat yang cukup dan memakan makanan yang bergizi seimbang," tutur Mike. (Reza Zurifwan)