Korupsi Bansos Tasikmalaya, Wagub Uu Siap Bersaksi

Korupsi Bansos Tasikmalaya, Wagub Uu Siap Bersaksi
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan kesiapannya bersaksi



INILAH, Bandung- Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan kesiapannya bersaksi dalam kasus korupsi dana bansos Tasikmalaya. 
 
Uu siap  taat pada hukum untuk menjadi saksi di kasus menyeret Sekda Tasikmalaya Abdul Kodir tersebut. "Masalah saya dalam kasus itu, saya akan taat," ujar Uu, di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (21/2).
 
Uu sampaikan, akan memenuhi panggilan pengadilan andai memintanya untuk membeberkan keterangan semasa menjabat sebagai kepala daerah Kabupaten Tasikmalaya tersebut.  "Iya saya akan taat, taat hukum ya,” singkat dia.
 
Sebelumnya, nama Uu sempat disebut mantan Asisten Daerah Pemkab Tasikmalaya,  Budi Utarma saat menjadi saksi kasus pemotongan dana hibah Pemkab Tasikmalaya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LL.RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (18/2/2019) lalu. 
 
Mantan Bupati Tasikmalaya ini disebut mendesak pejabat Pemkab Tasikmalaya untuk mencari dana talang Rp 3 miliar demi melancarkan dua program miliknya yang tak masuk dalam anggaran.
 
Kedua program, itu adalah kegiatan Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) dan pembagian hewan kurban. Dana tersebut yang diduga membuat para pejabat memotong anggaran dana hibah hingga 90 persen.
 
Seperti diketahui, Polda Jabar membongkar praktik korupsi program dana hibah tahun anggaran 2017 di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam kasus itu, Sekretaris Daerah dan sejumlah pejabat di Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ditetapkan sebagai tersangka.
 
Para tersangka yang terlibat dalam kasus ini adalah Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Khodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, dan Inspektorat Kabupaten Tas‎ikmalaya Endin.
 
Kemudian PNS di bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, serta tiga warga sipil diantaranya Lia Sri Mulyani, Mulyana dan Setiawan.