Ini Daerah Paling Bandel Ogah Terapkan 3M di Jabar

Ini Daerah Paling Bandel Ogah Terapkan  3M di Jabar
Ilustrasi/Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memaparkan sejumlah daerah yang paling patuh dan paling tidak disiplin dalam menerapkan 3M. Khususnya mengenai kepatuhan dalam menggunakan masker dan menjaga jarak. 

Dari sejumlah kota kabupaten di Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan, daerah paling patuh menggunakan masker adalah masyarkat di Kota Bekasi. 

"Jadi saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Bekasi," ujar Ridwan Kamil, Senin (18/1/2020).


Hal tersebut, menurut dia, berbanding terbaik dengan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya yang justru dinilai paling tidak patuh menerapkan salah satu protokol kesehatan tersebut. 

Ridwan Kamil menambahkan, metode menghitung kedisiplinan warga dalam melaluian 3M dibagi dua, yakni menjaga jarak dan memakai masker. Penghitungan itu dilakukan oleh tim dari Satpol PP, TNI dan Polri..

"Nanti detailnya saya share ya, tapi sementara itu," ucap dia.

Emil -sapaan Ridwan Kamil- pun menyebut Kota Bekasi sebagai daerah yang paling patuh menerapkan pola menjaga jarak. Dari daerah lainnya si Jabar, Kota bekasi paling disiplin. 

"Walaupun belum sempurna tapi paling disiplin dibandingkan yang lain," katanya. 

Untuk kategori kedisiplinan dalam menerapkan jaga jarak ini, dia menegaskan, Kota Depok adalah kebalikan dari Kota Bekasi. Di mana masyarakatnya paling tidak patuh menjaga jarak. 

"Jadi kepada yang sudah patuh tolong pertahankan dan kepada yang tidak patuh saya titip ada wali kota dan bupati untuk terus mengedukasi masyarakatnya," katanya. 

Kendati demikian, Emil mengaku, secara keseluruhan tingkat kepatuhan masyarakat Jabar dalam menerapkan 3M meninkat setelah PPKM Jawa-Bali. Di mana untuk rata-rata kepatuhan menggunakan masker sebelum PPKM di angka sekitar 50 persen, kini meningkat menjadi sekitar 60-70 persen. Begitu juga mengenai kedisiplinan menjaga jarak. 

"Untuk PPKM sudah dievaluasi oleh Pak Luhut kemarin dan Jabar diapresiasi untuk peningkatan kedisplinan termasuk terbaik di Jawa dan Bali, itu kerja dari Pak Kapolda dan Pak Pangdam," beber dia. 

Hanya saja, Emil melanjutkan, terkait jumlah kasus positif Covid-19 di Jabar masih tercampur antara kasus lama dengan di masa PPKM. Karena itu, dia sedang mengkomunikasikan via sekda, agar menganalisis kasus aktif dapat dipisahkan antara masa lalu dan real time hari PPKM. 

"Kalau menganalisis PPKM dengan data lama, maka jadi kan gak fair, seolah banyak padahal tidak. Ini sedang diperbaiki," kata dia. 

Enam Daerah Zona Merah, Kabupaten Karawang Masih Saja


Lebih lanjut, Emil melaporkan perkembangan tingkat keterpaparan Covid-19 di kabupaten kota Jabar. Di mana pada pekan ini terdapat enam daerah yang berstatus zona merah. Di antara enam daerah tersebut, Kabupaten Karawang masih mengisi tabel daerah dengan tingkat keterpaparan Covid-19 tinggi. 

"Kita prihatin adalah Kabupaten Karawang masih zona merah, jadi kami akan segera melakukan kunjungan kerja ke sana," ungkap dia. 

Adapun lima daerah lainnya yang masuk zona merah, yakni Kabupaten Bandung, Ciamis, KBB, kota Bekasi dan kota Depok. (riantonurdiansyah)