Dua Nakes Bogor Meninggal, Ade Yasin: Mereka Pejuang Terbaik

Dua Nakes Bogor Meninggal, Ade Yasin: Mereka Pejuang Terbaik



INILAH, Cibinong – Duka mendalam dirasakan Bupati Bogor, Ade Yasin. Dia kembali harus kehilangan dua pejuang terbaik Covid-19.

Perawat senior RSUD Leuwiliang bernama Teti dan ahli madya kesehatan Puskesmas Megamendung, Jamhuri, meninggal dalam waktu yang berbeda, Minggu (17/1/2021). Keduanya terpapar Covid-19.

Menerima kabar duka atas meninggalnya tenaga kesehatan, Ade Yasin mewakili Pemkab Bogor dan masyarakatnya mengucapkan ikut berduka cita yang sangat mendalam.


“Saya Ade Yasin atas nama pribadi, Pemkab Bogor dan mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Bogor, turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya para pejuang kesehatan tersebut,” ucap Ade.

Politisi PPP ini pun mengajak semua pihak untuk mendoakan agar para pejuang kesehatan gugur dalam  husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan.

“Saya pun mengajak kepada seluruh masyarakat, untuk menunjukkan rasa simpati terhadap Nakes  yang tengah berjuang siang dan malam berjibaku bertarung melawan Covid-19 demi memberikan pelayanan terbaik kepada para pasien Covid-19,” tukasnya. 

Kabar meninggalnya dua tenaga kesehatan itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dedi Syarif.

“Wabah Covid 19 telah menyebabkan perawat senior RSUD Leuwiliang bernama Teti dan ahli madya kesehatan Puskesmas Megamendung Jamhuri meninggal dunia tadi pagi setelah dirawat di RSUD Ciawi. Saya mengimbau agar masyarakat disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” kata Dedi Syarif.

Dia minta masyarakat jangan melupakan lima saja. “Memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meningkatkan daya tahun tubuh dengan aktivitas olahraga, istirahat yang cukup dan memakan makanan yang bergizi seimbang,” katanya.

Mantan Kasi Pelayanan Kesehatan ini menerangkan sebelumnya Jumat (8/1) lalu Tata Usaha Puskesmas Bojonggede bernama Mursidah (56 tahun) juga gugur karena wabah Covid 19.

“Bu Mursidah diduga terpapar dari pasien Covid 19 karena ia juga melayani pemberian obat kepada semua pasien. Ia bahkan dirawat di RS Harapan Sehati karena empat RSUD di Kabupaten Bogor ruang rawat inapnya sedang penuh,” terangnya. (reza zurifwan)