Duh...Sehari, Dua Nakes Bogor Meninggal karena Covid-19

Duh...Sehari, Dua Nakes Bogor Meninggal karena Covid-19



INILAH, Cibinong – Tenaga kesehatan (nakes) Kabupaten Bogor kembali gugur setelah berperang melawan wabah virus corona (Covid 19), Minggu (17/1).

“Wabah Covid 19 telah menyebabkan perawat senior RSUD Leuwiliang bernama Teti dan ahli madya kesehatan Puskesmas Megamendung Jamhuri meninggal dunia tadi pagi setelah dirawat di RSUD Ciawi. Saya mengimbau agar masyarakat disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan (prokes) Covid-19,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Dedi Syarif kepada wartawan.

Dia minta masyarakat jangan melupakan lima saja. “Memakai masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer atau sabun dengan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan meningkatkan daya tahun tubuh dengan aktivitas olahraga, istirahat yang cukup dan memakan makanan yang bergizi seimbang,” katanya.


Mantan Kasi Pelayanan Kesehatan ini menerangkan sebelumnya Jumat (8/1) lalu Tata Usaha Puskesmas Bojonggede bernama Mursidah (56 tahun) juga gugur karena wabah Covid 19.

“Bu Mursidah diduga terpapar dari pasien Covid 19 karena ia juga melayani pemberian obat kepada semua pasien. Ia bahkan dirawat di RS Harapan Sehati karena empat RSUD di Kabupaten Bogor ruang rawat inapnya sedang penuh,” terangnya.

Alumni Universitas Pajajaran ini menuturkan selain gugur, banyak dokter, perawat maupun Nakes lainnya di Bumi Tegar Beriman yang telah terpapar wabah Covid 19.

“Setiap hari ada saja dokter, perawat maupun nakes lainnya yang telah terpapar. Mereka rata-rata terpapar karena daya imunitasnya menurun dimana mereka bisa dikatakan lelah dalam menangani wabah Covid-19,” tutur Dedi. (reza zurifwan)