Kematian Akibat Covid-19 Capai 152 Kasus dan Meluas di 29 Kecamatan

Kematian Akibat Covid-19 Capai 152 Kasus dan Meluas di 29 Kecamatan
istimewa



INILAH, Garut-Penularan Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus merebak dan kini jumlah kasus positifnya mencapai sebanyak 4.906 kasus, menyusul adanya penambahan sebanyak 58 kasus baru positif Covid-19 pada Jum'at (15/1/2021).

Bersamaan penambahan kasus positif, jumlah kematian akibat Covid-19 juga bertambah menjadi sebanyak 152 kasus dengan meninggalnya tiga pasien positif Covid-19 asal dua kecamatan.

Keterangan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut disampaikan Koordinator Komunikasi Publik/Humas Muksin, dari sebanyak 58 kasus baru positif Covid-19 itu sebanyak 51 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR Laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 124 sampel swab, dan tujuh kasus dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain.


Sebanyak 58 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 34 perempuan dan 24 laki-laki, berusia antara dua tahun sampai 70 tahun, 

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (20 kasus), Cilawu (7 kasus), Garut Kota (6 kasus), Wanaraja (4 kasus), Bayongbong (3 kasus), Leles (3 kasus), Cibatu (3 kasus), Tarogong Kaler (3 kasus), Singajaya (2 kasus), Cigedug (1 kasus), Kadungora (1 kasus), Karangpawitan (1 kasus), Leuwigoong (1 kasus), Pangatikan (1 kasus), Samarang (1 kasus), dan Kecamatan Selaawi (1 kasus).

Sebanyak tiga pasien positif Covid-19 meninggal dunia, yaitu laki-laki (KC-2215) usia 67 tahun dan perempuan (KC-3368) usia 36 tahun dari Kecamatan Cikelet serta perempuan (KC-4148) usia 51 tahun dari Kecamatan Garut Kota.

KC-2215 meninggal dunia setelah menjalani isolasi perawatan rumah sakit selama 41 hari, sejak 

dikonfirmasi positif Covid-19 pada 6 Desember 2020, dan KC-3368 meninggal dunia setelah sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit selama 26 hari sejak terkonfirmasi positif Covid-19 pada 21 Desember 2020. KC-2215 dan KC-3368 pun tercatat merupakan pasien kesatu dan kedua meninggal dunia akibat Covid-19 asal Kecamatan Cikelet. 

Sedangkan KC-4148 meninggal dunia setelah sempat menjalani isolasi perawatan rumah sakit selama tujuh hari sejak dikonfirmasi positif Covid-19 pada 9 Januari 2021. Dia pun tercatat merupakan pasien ke-24 meninggal dunia akibat Covid-19 asal Kecamatan Garut Kota.

Meninggalnya ketiga pasien positif Covid-19 tersebut membuat angka kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah menjadi sebanyak 152 kasus. Sebaran kematian akibat Covid-19 juga meluas menjadi di sebanyak 29 kecamatan dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.

Kendati terdapat penambahan sebanyak 58 kasus baru positif Covid-19 dan lima kasus kematian akibat Covid-19, terdapat perkembangan cukup menggembirakan dengan adanya penambahan sebanyak 111 pasien positif Covid-19 dinyatakan sembuh. Mereka terdiri 62 perempuan dan 49 laki-laki, berusia antara dua tahun sampai 76 tahun. 

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (26 kasus), Samarang (14 kasus), Karangpawitan (12 kasus), Garut Kota (9 kasus), Pangatikan (8 kasus), Pasirwangi (7 kasus), Selaawi (7 kasus), Singajaya (6 kasus), Tarogong Kaler (5 kasus), Leuwigoong (4 kasus), Cisompet (3 kasus), Cibiuk (2 kasus), Karangtengah (2 kasus), Pameungpeuk (1 kasus), Banjarwangi (1 kasus), Banyuresmi (1 kasus), Cikajang (1 kasus), Cikelet (1 kasus), dan Kecamatan Cilawu (1 kasus). 

Dengan demikian, total jumlah mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 di Garut bertambah menjadi sebanyak 3.657 orang. 

"Masih ada sebanyak 429 pasien positif dalam isolasi perawatan dan 613 pasien positif isolasi mandiri," kata Muksin.(zainulmukhtar)