Dicuekin PLN Depok, Tengah Ruas Jalan Bomang Banyak Tiang Listrik

Dicuekin PLN Depok, Tengah Ruas Jalan Bomang Banyak Tiang Listrik
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Kemang - Rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor menginspeksi mendadak proyek pembangunan lajur lambat Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) yang baru tuntas pada awal tahun lalu.

Secara fisik, kualitas beton lajur lambat Jalan Bomang terbilang baik. Namun, sayangnya di tengah lajur tersebut baik arah Bojonggede maupun Kemang terdapat sejumlah tiang listrik dan bisa membahayakan pengendara kendaraan maupun warga sekitar.

"Kalau pekerjaan termasuk kualitas beton lajur lambat Jalan Bomang terbilang baik, hanya tadi ketika kami keliling total ada lima tiang listrik yang berada ditengah jalan dimana membahayakan pengendara kendaraan dan  juga masyarakat sekitar. Kami mendesak agar tiang-tiang listrik tersebut dipindahkan ke lokasi yang lebih aman," kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Wanara kepada wartawan, Kamis, (14/1).


Untuk itu, dia meminta agar penyedia jasa maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor segera menyurati kantor PLN.

"Penyedia jasa maupun Dinas PUPR harus lihai dan cepat dalam bersurat dan berkordinasi dengan kantor PLN. Sebelum dimulai pembangunan harusnya tiang-tiang listrik tersebut sudah dipindahkan dari tengah jalan. Kami meminta tahun ini kejadian ini tak terulang karena ada rencana Pemkab Bogor melanjutkan proyek pembangunan lajur lambat Jalan Bomang," pintanya.

Sementara itu, Manager Teknik PT Mulyagiri Budi menjelaskan sebelum pembangunan lajur lambat Jalan Bomang jajarannya sudah mengirimi surat ke kantor PLN Depok. Namun, permohonan agar tiang-tiang listrik dipindahkan tidak digubris.

"Kami sudah bersurat terkait permohonan pemindahan tiang-tiang listrik. Namun hingga tuntasnya pembangunan hal itu tidak terealisasi karena dicuekin. Kalau kami dipaksa menunggu tiang listrik dipindahkan baru dilakukan betonisasi maka bisa terlambat jauh pekerjaan kami," jelas Budi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Inilah, pada 2020 lalu untuk membangun jalan sepanjang 4.870 meter itu Dinas PUPR Kabupaten Bogor menganggarkan Rp38,7 miliar untuk pembiayaannya. 

Proyek ini sempat diberikan waktu tambahan selama 50 hari pada akhir tahun lalu. Namun, PT Mulyagiri hanya butuh lima hari untuk menuntaskan pekerjaannya. (Reza Zurifwan)