Pertama dalam 35 Hari, Tak Ada Kematian Covid di Garut

Pertama dalam 35 Hari, Tak Ada Kematian Covid di Garut



INILAH, Garut - Setelah berturut-turut selama 35 hari terdapat laporan kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut dengan total jumlah kematian sebanyak 81 kasus, untuk kali pertama Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut melaporkan tak ada kematian dalam perkembangan kasus harian Covid-19 pada Selasa (12/1/2021).

Akan tetapi temuan kasus harian penularan Covid-19 masih terus bertambah sebanyak 57 kasus. Sehingga total jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut masih bertambah menjadi sebanyak 4.693 kasus.

Menurut Koordinator Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Muksin, dari sebanyak 57 kasus baru positif Covid-19 itu sebanyak 56 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 131 sampel swab, dan satu kasus dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 


Mereka terdiri 32 perempuan dan 25 laki-laki, berusia antara tujuh hari sampai 98 tahun. Mereka berasal dari Kecamatan Garut Kota (10 kasus), Malangbong (5 kasus), Tarogong Kidul (5 kasus), Bayongbong (4 kasus), Cibatu (4 kasus), Cilawu (4 kasus), Kadungora (3 kasus), Karangpawitan (3 kasus), Tarogong Kaler (3 kasus), Cisurupan (2 kasus), Cihurip (2 kasus), Leles (2 kasus), Balubur Limbangan (2 kasus), Pameungpeuk (2 kasus), Sukawening (2 kasus), Banyuresmi (1 kasus), Pangatikan (1 kasus), Sucinaraja (1 kasus), dan Kecamatan Sukaresmi (1 kasus).

INILAH mencatat, selama 35 hari berturut-turut sejak 9 Desember 2020 sampai 11 Januari 2020 terdapat laporan kematian akibat Covid-19 di Kabupaten Garut dengan total jumlah sebanyak 81 kasus kematian. Atau, rata-rata terjadi dua-tiga kasus kematian akibat Covid-19 setiap hari.

Sebanyak 81 warga meninggal akibat Covid-19 itu terdiri 46 perempuan dan 35 laki-laki, berusia 16 tahun sampai 85 tahun dengan didominasi kalangan usia produktif. Termasuk sebanyak 33 orang di antaranya lansia berumur 60 tahun ke atas.

Mereka berasal dari 23 kecamatan. Yakni Kecamatan Garut Kota (12 kasus), Cilawu 8 (kasus), Tarogong Kidul (8 kasus), Samarang (6 kasus), Tarogong Kaler (6 kasus), Sukawening (4 kasus), Cibatu (4 kasus), Bayongbong (4 kasus), Leles (3 kasus), dan Kecamatan Karangpawitan (3 kasus).

Juga, dari Kecamatan Pangatikan (3 kasus), Pasirwangi (3 kasus), Kadungora (3 kasus), Sukaresmi (2 kasus), Banyuresmi (2 kasus), Sucinaraja (2 kasus), Pameungpeuk (1 kasus), Cikajang (1 kasus), Balubur Limbangan (1 kasus), Singajaya (1 kasus), Bungbulang (1 kasus), Kersamanah (1 kasus), dan Kecamatan Cisurupan (1 kasus). 

Hanya satu kali, sempat tak ada laporan sama sekali mengenai perkembangan kasus Covid-19 disampaikan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut, yakni pada 12 Desember 2020. Tidak ada penjelasan mengenai kejadian tersebut. 

Selama rentang waktu 9 Desember 2020 hingga 11 Januari 2021, penularan Covid-19 di Garut sendiri bertambah sebanyak 2.239 kasus. Atau, rata-rata terjadi penambahan sebanyak 64 kasus positif Covid-19 setiap hari.  

Untuk kali pertama pula, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut melaporkan terdapat penambahan sebanyak 247 pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19. Hal itu merupakan rekor tertinggi kasus harian kesembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Garut hingga kini. 

Mereka terdiri 152 perempuan dan 95 laki-laki, berusia antara tujuh bulan sampai 78 tahun, termasuk delapan balita dan 18 lansia berumur 60 tahun ke atas. 

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kaler (45 kasus), Tarogong Kidul (31 kasus), Cikajang (27 kasus), Malangbong (21 kasus), Banyuresmi (21 kasus), Banjarwangi (14 kasus), Bayongbong (13 kasus), Cilawu (9 kasus), Leles (9 kasus), Pasirwangi (8 kasus), dan Kecamatan Samarang (7 kasus).

Juga dari Kecamatan Kadungora (7 kasus), Karangpawitan (5 kasus), Pameungpeuk (5 kasus), Cisompet (4 kasus), Garut Kota (3 kasus), Pangatikan (3 kasus), Cigedug (3 kasus), Kersamanah (2 kasus), Selaawi (2 kasus), Sukawening (2 kasus), Talegong (2 kasus), Karangtengah (1 kasus), dan Kecamatan Cisurupan (1 kasus). 

Dengan adanya sebanyak 247 pasien positif Covid-19 dinyatakan selesai pemantauan isolasi atau sembuh tersebut maka total jumlah pasien sembuh dari Covid-19 pun melonjak menjadi sebanyak 2.937 kasus. 

Namun begitu, pasien positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan dan isolasi mandiri masih banyak. 

"Ada 1.616 pasien positif masih dalam isolasi perawatan dan dua pasien positif isolasi mandiri," kata Muksin yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut itu. 

Ditambahkan, selain pasien positif, terdapat pula sebanyak lima pasien berstatus suspek masih dalam isolasi perawatan rumah sakit.(zainulmukhtar)