DPRD Kabupaten Bogor Sidak Proyek Mangkrak RSUD Ciawi

DPRD Kabupaten Bogor Sidak Proyek Mangkrak RSUD Ciawi
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Ciawi - Komisi III DPRD Kabupaten Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Ciawi untuk melihat proyek pembangunan Gedung MDGs dan Gedung Gizi yang bermasalah.

Progres pada proyek senilai Rp34 miliar untuk Gedung MDGs A dan Rp35 miliar untuk Gedung Gizi membuat para wakil rakyat kecewa karena mangkrak dan rendah.

"Kalau proyek pembangunan Gedung MDGs yang dananya dari bantuan keuangan Pemprov Jawa Barat itu sudah di-black list dan untuk proyek pembangunan Gedun Gizi progresnya baru 70 persen. Dua proyek yang mangkrak dan parah ini membuat kami kecewa," ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara kepada wartawan, Rabu (12/1/2021).


Politisi Partai Gerindra ini menambahkan jika proyek pembangunan Gedung Gizi tidak selesai juga hingga batas waktu yang ditentukan, maka dia pun mendorong agar penyedia jasanya juga di-black list.

"Kalau hingga 11 Februari mendatang tidak selesai juga pembangunan Gedung Gizi RSUD Ciawi, maka kami juga mendorong agar diberikan sanksi tegas berupa black list," tambahnya.

Sastra mengharapkan dengan mangkrak atau lambatnya sejumlah proyek insfrastruktur harus menjadi bahan evaluasi Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kabupaten Bogor.

"Evaluasi kami, ke depan Bagian Pengadaan Barang Jasa Setda Kabupaten Bogor harus lebih objektif dan selektif lagi dalam menentukan pemenang lelang. Kami ingin penyedia jasa yang menang lelang itu memang layak hingga proyek yang dibebankan kepada mereka bisa tuntas pekerjaannya," harap Sastra.

Akibat mangkraknya proyek pembangunan Gedung MDGs, manajemen RSUD Ciawi terancam kena sanski. Pasalnya, proyek pembangunan Gedung MDGs dan Gedung Gizi progresnya masih terbilang rendah.

Khusus Gedung MDGs, Pemkab Bogor mendapatkan anggaran tersebut dari bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat yang merupakan pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp38 miliar.

"Manajemen RSUD Ciawi harus bertanggung jawab jangan gagal tetapi dia masih 'main gitar'. Kami akan berikan sanksi atau punishmen karena rendahnya progres pembangunan Gedung MDGs," kata Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan.

Dia melanjutkan, sisa anggaran yang tidak terserap akan dikembalikan Pemkab Bogor ke Pemprov Jawa Barat, akibat gagalnya proyek pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi maka Pemkab Bogor tidak akan mendapatkan lagi bantuam keuangan serupa dari Pemprov Jawa Barat.

"Kami akan lakukan investigasi penyebab lambat atau gagalnya pelaksanaan pembangunan Gedung MDGs RSUD Ciawi, kalau tidak bisa mendapatkan lagi bantuan keuangan dari Pemprov Jawa Barat maka paling akan kami anggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat II untuk melanjutkan pembangunannya," lanjutnya. (Reza Zurifwan)