Jabar Mulai Vaksinasi Covid-19 Pekan Ini

Jabar Mulai Vaksinasi Covid-19 Pekan Ini
Foto: Syamsuddin Nasoetion



INILAH, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya akan dilaksanakan mulai pekan ini. Hal ini menyusul datangnya 38.400 dosis vaksin dari pemerintah pusat yang disalurkan pada tahap pertama. 

Diketahui, secara keseluruhan Provinsi Jawa Barat mendapatkan jatah vaksin dari pusat sebanyak 97.080 dosis. 

"Minggu ini dimulai vaksinasi nakes dan kepala daerah," ujar Ridwan Kamil, Senin (11/1/2021).


Selanjutnya, dia mengaku akan mendampingi Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum yang akan mendapatkan suntik vaksin di level provinsi. Suntik vaksin juga akan diberikan kepada Kapolda Jabar, Bupati dan Forkopimda. 

"Semata-mata menyertai, menambah keyakinan. Melaksanakan solusi satu satunya sementara ini untuk menurunkan kasus,” katanya.

Mengingat sudah terdaftar menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19, Emil -sapaan Ridwan Kamil- pribadi tidak dapat melaksanakan vaksinasi. Terlebih proses uji klinis yang dia lakukan sudah berjalan sejak pertengahan tahun lalu. Di mana hasil uji klinisi tersebut nantinya akan diserahkan oleh Biofarma pada bulan depan ke BPOM.

"Bocorannya sementara hasilnya (uji klinis) baik, tapi definisi klinisnya bukan kewenangan saya (menjelaskan),” kata dia.

Emil pun berbagi pengalamannya sebagai relawan vaksin Covid-19. Dia hanya merasakan pegal selama satu jam setelah mendapatkan suntikan. Menurut dia, itu lantaran jarumnya lebih besar dibandingkan dengan jarum biasa. Efek lainnya, selama tiga hari merasakan kantuk menjelang malam hari. 

Sisanya, dia tetap bisa produktif menjalani kegiatan kedinasan dengan mobilitas tinggi. 

“Kebugaran ini diiringi olahraga, suplemen, vitamin dan lain-lain. Orang yang khawatir (takut dengan vaksin Covid-19), lihat saja gubernur Jabar, itulah sosok yang divaksin, semua terlihat sehat bugar,” kata dia.

Lebih lanjut, degan dimulainya vaksinasi pada pekan ini dia berharap seluruh proses dapat tuntas kurang dari satu tahun. Untuk merealisasikannya, sejumlah skenario sudah disiapkan, di antaranya menambah fasilitas tempat vaksinasi beserta relawan vaksinator yang bertugas menyuntik vaksin.

Sejauh ini, sudah ada 11.000 relawan vaksinator yang dilantik. Jumlah itu akan dilipatgandaakan empat kali. 

“Kita menargetkan enam bulan selesai,” jelas dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmadja dalam paparan rapat koordinasi menjelaskan bahwa Skenario 6 bulan, pihaknya membutuhkan 29.080 petugas vaksinator dengan target 465.278 jiwa yang disuntik.

Saat ini, dari 1,2 juta vaksin yang sudah disediakan pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat mendapat alokasi sebanyak 97.080 dosis. Mengingat kesediaan dosis dan target tidak sesuai, maka prosesnya tetap dilakukan bertahap.

Sasaran pertama adalah tenaga kesehatan. Di Jawa Barat, jumlahnya ada 152.827 jiwa dengan kebutuhan 284.288 dosis. 

Pemerintah pusat sendiri berencana membeli vaksin dari luar negeri, termasuk membeli bahan baku untuk memproduksi vaksin secara mandiri dalam rangka memenuhi kebutuhan dosis vaksin untuk masyarakat. (Rianto Nurdiansyah)