Keluarga Korban Sriwijaya di Makassar Terbang ke Jakarta

Keluarga Korban Sriwijaya di Makassar Terbang ke Jakarta
Magdalena, ibunda Ricko, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air saat ditemui di rumahnya, kompleks Puri Kencana Asri, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan,. (antara)



INILAH, Makassar - Keluarga Ricko Mahullete, korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182, asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan, bertolak ke Jakarta untuk memastikan status anaknya.

"Bapak (Damianus Mahulette) bersama istri Ricko (Martasari) tadi berangkat, ambil penerbangan pagi," tutur ibu korban, Magdalena, di rumahnya kompleks Puri Kencana Asri, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Ahad.

Keberangkatan perwakilan keluarga tersebut, kata dia, untuk memastikan kondisi dan keberadaan korban, usai mendapat kabar pesawat yang ditumpanginya dari Jakarta ke Pontianak mengalami hilangan kontak.


Saat ditanyakan apakah pihak manajemen Sriwijaya Air memfasilitasi keberangkatan mereka, dia mengaku menggunakan biaya sendiri karena belum dihubungi manajemen.

"Ambil tiket sendiri, belum dikabari (pihak Sriwijaya), tadi malam sudah ditelepon dari sana untuk membawa identitas dan data-data pendukung lain," ujar Magdalena.

Ia mengemukakan bahwa keberangkatan perwakilan keluarga dengan membawa data pendukung untuk dicocokkan nantinya dari hasil antemortem tim DVI Mabes Polri.

"Kami di sini masih menunggu kabar setibanya mereka di Jakarta. Mudah-mudahan ada keajaiban," kata dokter umum Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji ini.

Dari pantauan, sejumlah kerabat dan rekan kuliah korban di Unhas memadati rumahnya untuk bertemu pihak keluarga sembari memberikan semangat untuk tetap kuat atas musibah tersebut.

Sebelumnya, Rumah Ricko Mahulette dipadati kerabat pada Minggu dini hari.

Ayah korban Damianus Mahullete mengatakan bahwa pihaknya akan berangkat pada penerbangan pertama besok pagi "Belum tahu kabar pastinya, sudah banyak keluarga yang datang ke rumah. Besok saya ke Jakarta untuk memastikan," katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sempat merayakan Natal bersama. "Ricko anak pertama saya. Kami sudah siap menerima keputusan terburuk dalam bentuk apa pun itu," kata Mahulette didampingi istri, anak keduanya serta kerabat.

Sebelumnya, rumah korban pesawat Sriwijaya Air tipe SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada tanggal 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Penumpang pesawat tersebut 50 orang terdiri atas 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi, sedangkan jumlah kru 12 orang. Dengan demikian, total 62 orang di dalam pesawat. (antara)