Pemkot Bogor Geber Pembangunan RS Lapangan

Pemkot Bogor Geber Pembangunan RS Lapangan
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Rumah sakit lapangan Kota Bogor terus digeber pembangunan fisik, penyediaan fasilitas serta perekrutan tenaga medis, hal itu dilakukan agar rumah sakit untuk pasien dengan gejala kategori hijau bisa digunakan pada pertengahan Januari 2021. 

"Untuk rumah sakit lapangan, Insya Allah, pekan kedua bulan Januari ditargetkan sudah bisa beroperasi. Sekarang sedang mengejar persiapan pemasangan lift dan lain-lain," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Rabu (6/1/2021).

Bima melanjutkan, selain pembangunan, persiapan lain termasuk pelatihan tenaga kesehatan (nakes). Pembekalan ini dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor. Insentif untuk para nakes dipastikan ditanggung oleh pemerintah. 


"Semuanya sudah dianggarkan, rumah sakit lapangan ini kan mendapatkan bantuan dari satgas nasional. Sekitar Rp20 miliar," terangnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan, pembangunan rumah sakit lapangan saat ini juga sedang tahap persiapan lain, salah satunya ruangan bersuhu atau tekanan negatif. Kemudian ada juga pelatihan penanganan yang diperuntukkan nakes dan non-nakes yang sudah ada.

"RS Lapangan juga akan mendatangkan tenaga ahli dari RSUD setempat. Kenapa kita perlu bantuan dari RSUD Kota Bogor?, karena ada misalnya analisis atau ahli yang di bagian rontgen, kan kami tidak merekrut itu," tuturnya.

Syarifah menuturkan, bantuan dari RSUD Kota Bogor itu nantinya akan disusun kembali penjadwalannya. Bisa selama sepekan, atau hanya beberapa hari. Karena pihaknya juga memanfaatkan yang ada, tidak semua hasil rekrutmen. 

"Sepanjang dari rumah sakit atau misalnya dari Dinkes, ada tenaga yang bisa diperbantukan walaupun tidak menetap, itu kami lakukan," tuturnya.

Syarifah menjelaskan, soal insentif Pemkot Bogor mengikuti peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk rumah sakit lapangan atau darurat. 

"Untuk insentif nakes, nanti kami lihat, masih belum tahu lagi yang ke depan. Untuk tunjangan lain-lainnya di tahun ini, Pemkot Bogor juga masih menunggu arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tapi kalau misalnya pusat tidak ada, kami punya cadangan dari Biaya Tak Terduga (BTT)," pungkasnya. (Rizki Mauludi)