Bawaslu Kab Bandung Terima 39 Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pilkada 2020

Bawaslu Kab Bandung Terima 39 Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pilkada 2020
Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahfiana. (Dani R Nugraha)



INILAH,Bandung- Selama pelaksanaan Pilkada 2020 lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung menindaklanjuti 39 laporan yang teregistrasi menyangkut etik dan pidana. Dari 39 laporan tersebut, sebanyak tiga laporan menyangkut ketidak netralan yang ditindaklanjuti hingga persidangan.

"Sebanyak 39 pelaporan ini menariknya 20 persen diantaranya adalah partisipasi masyarakat. Ini sangat luar biasa, karena ada pengawasan partisipatif dari masyarakat. Bagi kami di Bawaslu keberhasilan itu salah satunya adalah berjalannya pengawasan partisipatif dari masyarakat," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Kahfiana, disela rapat koordinaasi, evaluasi, pengawasan pada Pilkada Kab Bandung 2020, di Kecamatan Pasirjambu Rabu (6/1/2021).

Dikatakan Kahfiana, dari 39 pelaporan tersebut, ada tiga perkara yang maju ke meja hijau. Ketiga perkara ini terkait ketidak netralan atau memberikan dukungan kepada salah satu paslon, oleh dua orang Kepala Desa (Kades) dan satu orang guru berstatus Aparat Sipil Negara (ASN).


"Ketiga perkara ini dua sudah ada keputusan tetap dari pengadilan (incrach) dan satu perkara lagi masih proses pengadilan," ujarnya.

Kahfiana melanjutkan, secara umum, pelaksanaan Pilkada 2020 berjalan dengan baik. Baik secara pengawasan pelaksanaan, teknis pengawasan dan juga pengawasan tahapan kampanye semuanya dapat terawasi.

Ditempat yang sama Kapolresta Bandung, Kombespol Hendra Kurnawan menambahkan, dari sisi keamanan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bandung 2020 berjalan dengan baik. Meski memiliki kerawanan dan ancaman cukup tinggi, namun tidak terjadi konflik apalagi sampai menimbulkan peristiwa yang menyebabkan gangguan Kamtibmas.

"Kabupaten Bandung itu DPT nya tertinggi se Indonesia. Artinya tingkat kerawanan dan ancamannya tinggi. Tapi Alhamdulilah tidak ada kejadian apa apa. Pelaksanaan Pilkada kondusif. Begitu juga dari sisi protokol kesehatan Alhamdulilah tidak ada cluster baru" katanya.

Hendra menjelaskan, dari mulai tahapan Pilkada hingga hari ini tidak ada kejadian atau ganguan Kamtibmas yang menjadi catatan khusus pihaknya. Adapun dua kejadian yang terjadi dalam periode sama dan cukup menyita perhatian pihaknya adalah soal omninus law dan intoleransi.

"Kami monitoring bersama Muspida Jabar, masyarakat sangat antusias namun tetap kondusif. Bahkan tingkat partisipasi masyarakat juga tinggi mencapai 72,18 persen dibanding Pilkada 2005 dan 2015 lalu. Saya juga mengucapkan selamat kepada masyarakat Kabupaten Bandung yang telah menyalurkan aspirasinya dengan baik," ujarnya.(rd dani r nugraha).