Latih 11 Ribu Vaksinator, Jabar Siap Gelar Vaksinasi 10 Kali Lipat 

Latih 11 Ribu Vaksinator, Jabar Siap Gelar Vaksinasi 10 Kali Lipat 
ilustrasi/net



INILAH, Bandung - Sedikitnya terdapat 11 ribu vaksinator atau orang yang bertugas menyuntikan vaksin Covid-19 di Jawa Barat. Hal itu memastikan Provinsi Jabar siap 10 kali lipat untuk menggelar vaksinasi.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan, sebelumnya terdapat 10 ribu vaksinator yang siap menjajal tugas untuk menyuntikan vaksin Covid-19 di Jabar. Namun jumlah tersebut bertambah menjadi 11 ribu vaksinator. 

"Tadinya hanya 10.000 orang, kami latih menjadi 11.000 orang. Alhamdulillah Provinsi Jabar siap 10 kali lipat, mungkin lebih sehingga kita akan berlimpah tim yang menyuntikkan vaksin," ujar Ridwan Kamil, Selasa (5/1/2021).


Ridwan Kamil juga telah meminta kabupaten kota untuk melakukan simulasi di wilayah masing-masing. Itu agar proses vaksinasi berjalan dengan optimal. 

"Saya juga minta kabupaten/kota untuk simulasi vaksin diwilayah masing-masing. Kalau Bogor, Bekasi sudah simulasi sisanya saya minta oleh bupati/wali kota di kabupaten/kota se Jabar," katanya.

Diketahui, Kementerian Kesehatan secara resmi sudah melepas distribusi vaksin Sinovac, mulai Minggu (3/1/2020). Dari 1,2 juta vaksin nasional, Jabar mendapat alokasi sebanyak 97.080 vaksin. Adapun vaksin tahap pertama yang akan diterima Jabar kurang lebih 38 ribu dosis.

Vaksin tersebut akan diberikan khususnya untuk pihak yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19, seperti tenaga kesehatan. 

"Karena satu orang dua dosis, maka kurang lebih 44 ribu tenaga kesehatan yang akan dipilih untuk dua kali penyuntikan, di minggu ketiga bulan Januari ini," katanya. 

Selain itu, Ridwan Kamil pun mengupayakan agar pemberian vaksin dapat lebih cepat tuntas. Di mana dia telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mempercepat waktu vaksinasi tersebut. Karena, pemerintah menyatakan vaksinasi ini selesai 15 bulan.

"Padahal menurut kami kelamaan. Berarti baru selesai mendekati pertengahan 2022 untuk orang yang terakhir vaksin," katanya.

Oleh karena itu, kata Emil, dia berharap bisa disimulasikan agar pemberian vaksin bisa lebih cepat. Yakni selasai hanya selama 12 bulan bahkan 6 bulan. 

"Itu hanya bisa dijawab jika jumlah lokasi tempat vaksin di Jabarnya 2 kali lipat. Sementara di Jabar baru 1.100 lokasi. Saya berharap bisa 2 ribu lokasi," katanya.

Karena itu, dia berharap dapat disimulasikan juga dengan menjadikan fasilitas negara, seperti TNI/Polri sebagai lokasi tambahan tempat vaksin di Jabar.

"Kami usulkan ke pusat bisakah vaksinasi itu satu orang durasinya tidak 45 menit karena makan waktu lama. Minimal 30 menit per orang akan membantu penyuntikan di jam normal tanpa lembur," katanya. (Rianto Nurdiansyah)