Sempat Telat, Proyek Jalan Bomang Tuntas di Awal 2021

Sempat Telat, Proyek Jalan Bomang Tuntas di Awal 2021
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bojonggede - Setelah diberikan addendum atau waktu tambahan, PT Mulyagiri akhirnya merampungkan pekerjaan proyek Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang).

"Proyek ini sempat addendum. Tapi mulai 27 Desember hingga lima hari kerja proyek Jalan Bomang yang nilainya Rp38,7 miliar akhirnya mencapai 100 persen dan saat ini statusnya sudah  pelaksanaan serah terima sementara pekerjaan (PHO) ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor," ucap salah satu pimpinan PT Mulyagiri Budi kepada wartawan, Minggu (3/1/2021).

Sedangkan, Adit salah satu pemilik PT Mulyagiri mengaku pada 27 Desember lalu, sebelum diberikan addendum proyek Jalan Bomang sudah mencapai 90 persen hingga dia optimis jalur lambat Jalan Bomang yang dibangun oleh jajarannya akan menyambungkan jalan antara Kecamatan Kemang dengan Kecamatan Tajur Halang.


"Jalur lambat Jalan Bomang sepanjang 4.870 meter ini sudah tahap I atau menyambungkan Kecamatan Kemang dengan Kecamatan Tajur Halang, mudah-mudahan Pemkab Bogor bisa menuntaskan atau menyambungkannnya hingga ke Jalan Raya Tegar Beriman di Kecamatan Bojonggede," tambah Adit.

Sementara itu, Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Bogor Adriawan menyatakan PT Mulyagiri selain diberikan addendum sesuai aturan juga diberikan sanksi denda akibat keterlambatan pekerjaannya.

"Sesuai prosedur dan aturan yang berlaku, apabila proyek pembangunan Jalan Bomang melebihi batas waktu atau meluncur ke Tahun 2021 maka akan diberikan sanksi denda 0,1 persen per 1.000 dari total nilai proyek Rp38,7 miliar yaitu Rp38,7 juta per hari," kata Adriawan.

Dia menjelaskan, sejauh ini kendala proyek pembangunan Jalan Bomang ialah hujan dan kendala teknis lainnya. Sementara terkait modal, dia menyakini PT Mulyagiri memiliki cukup modal untuk membiayai proyek Jalan Bomang. (Reza Zurifwan)