Redam Banjir Bojongkulur, Ade Yasin Resmikan 10 Pompa Air

Redam Banjir Bojongkulur, Ade Yasin Resmikan 10 Pompa Air
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Gunung Putri- Bupati Bogor Ade Yasin meresmikan sebanyak 19 rumah pompa air di Bojongkulur Kabupaten Bogor, Senin (28/12). Hal itu dilakukan untuk menanggulangi masalah banjir di wilayah Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri.

Wanita berusia 52 tahun ini mengatakan, wilayah Desa Bojongkulur kerap banjir di musim hujan karena berada di tengah-tengah antara aliran Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang mengalir hingga ke Kota Bekasi. jika salah satu sungai meluap, maka Desa Bojongkulur yang berada di dataran rendah akan terdampak sehingga rawan banjir.

“Pompa banjir berkapasitas besar (100 liter/detik) untuk masyarakat Bojongkulur ini sangat bermanfaat dalam mengatasi atau menanggulangi genangan air dan banjir. saat tanggul rembes, pintu air bocor atau hujan lokal, pompa dinyalakan untuk membuang air dari perumahan ke sungai,” kata Ade kepada wartawan, Selasa, (29/12).


Ia menerangkan pengadaan pompa banjir ini adalah untuk memenuhi permintaan masyarakat Desa Bojongkulur khususnya masyarakat terdampak banjir kepada Pemkab Bogor.

"19 mesin pompa air ini telah selesai dibangun pada bulan september 2020 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) yang berada di Bidang Penyehatan Lingkungan Seksi Drainase. Sejalan dengan karsa bogor membangun, pemerintah kabupaten bogor sangat serius dalam upaya penanganan dan pencegahan banjir di Kabupaten Bogor.  Untuk tahun 2021 telah dianggarkan dalam anggaran seksi drainase DPU-PR, penambahan pengadaan dan pembangunan rumah pompa di Desa Bojong Kulur serta usulan pemeliharaan dan operatornya. Juga akan dimulai program normalisasi Sungai Cileungsi," terangnya.

Ade berharap semoga dengan keberadaan pompa air ini bermanfaat khususnya bagi 7.600 keluarga korban banjir di Desa Bojong Kulur.

"Kami juga terus mengupayakan pembangunan Waduk Narogong sebagai solusi persoalan banjir di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. Ini juga tentunya harus juga didukung oleh masyarakat supaya dapat segera terwujud,” tegas Ade Yasin

Selanjutnya, Kepala DPUPR Kabupaten Bogor R Soebiantoro menjelaskan pompa air mempunyai peranan penting dalam penanganan dan menanggulangi banjir, dimana pompa juga bermanfaat saat pintu air ditutup terjadi rembesan, tanggul yang berada di Sungai Cileungsi ataupun sungai Cikeas bocor atau hujan lokal yang berdampak terjadinya genangan. 

“Adapun sumber pembiayaan, berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor dengan total pagu anggaran senilai Rp 3,8 milyar untuk pengadaan dan pembangunan 19 pompa air dengan kapasitas sedot mesin dan buang sebesar 150 liter/detik dan diselesaikan selama 75 hari kerja,” jelas Soebiantoro.

Ia melanjutkan adapun komparasi keadaan rumah pompa  ini adalah luas lahan bangunan : 3,8 m x 3,8 m = 14,4 m2, tinggi  : + 6 meter, konstruksi struktur beton bertulang, dan struktur rangka untuk tangga menggunakan baja. Serta mesin pompa banjir type GTR kapasitas 150 liter/detik dengan mesin penggerak diesel ts 230 power 20 hp.  

“Keberadaa pompa air plus rumahnya yang baru ini telah dilakukan commissioning test (tes fungsi) oleh tim ahli pompa banjir dan telah dinyatakan aman serta berfungsi dengan baik. Kami berharap bantuan ini dapat benar-benar bermanfaat untuk warga,” lanjutnya. (Reza Zurifwan)