Iwapi Kota Bogor Dorong Anggota Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19

Iwapi Kota Bogor Dorong Anggota Tetap Produktif di Masa Pandemi Covid-19
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Kota Bogor menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Saung Dolken, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (22/12/2020). Hasilnya, Iwapi akan menjalankan program-program pendampingan kepada anggota di masa pandemi Covid-19 Kota Bogor. Salah satu yang sudah berjalan dengan program jualan ekonomi kreatif (Jelita) serta mendorong anggota membuka usaha frozen food.

Ketua Iwapi Kota Bogor Dhany Rose mengatakan, saat ini organisasinya menggeliatkan program yang sudah dilakukan pada 2019. Salah satunya program yang dilaunching pada 12 Desember 2019 yaitu Jelita.

"Dengan program Jelita ini, produk dari anggota dikumpulkan dan dijual di satu tempat. Untuk pembeli ada yang anggota sendiri maupun di luar Iwapi. Saya tidak menyangka di masa pandemi Covid-19 program Jelita berjalan baik. Sehingga anggota kami tetap berproduksi di masa pandemi," ungkap Dhany kepada wartawan usai acara.


Dia melanjutkan, untuk mendongkrak penjualan produk dirinya melakukan promosi secara online dengan inisiatif dirinya sendiri tanpa sepengetahuan para anggotanya.

"Ya, meski bantuan materi tidak ada, karena intinya organisasi sosial mewadahi pengusaha. Sehingga ke depannya kami tengah menjajaki dibentuk koperasi karena koperasi badan hukum sendiri. Jangka panjang program saat ini ada penjajakan dari bank bantuan pinjaman," tambahnya.

Dhany menjelaskan, dirinya berbangga hati karena anggota Iwapi berperan aktif di masa pandemi Covid-19 baik secara daring ataupun secara offline dengan protokol kesehatan.

"Karena itu saya ada keharusan memantau anggota setiap ranting bertanya bagaimana kondisinya dan apa yang sudah dilakukan. Apa yang dikembangkan dalam usahanya, agar bangkit di masa pandemi Covid-19," jelasnya.

Dia menerangkan, ke depannya program yang dijalankan bagi anggota yang masih gagap teknologi diberikan seminar secara tatap muka dengan mengajarkan sumber daya manusia (SDM) untuk mengikuti kemajuan teknologi. Wanita pengusaha sekarang harus bergerak cepat, kompetitif dan mengikuti perubahan cepat agar mampu bersaing. (Rizki Mauludi)