Terpilih Secara Aklamasi, Ini Janji Soeharso sebagai Ketum DPP PPP

Terpilih Secara Aklamasi, Ini Janji Soeharso sebagai Ketum DPP PPP
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Muktamar Nasional IX Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ditutup di Kabupaten Bogor, Minggu (20/12/2020).

Dari forum internal PPP itu, Soeharso Manoarfa yang saat ini menjabat sebagai Plt Ketua Umum DPP PPP akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum partai berlambang kabah tersebut menggantikan Ketua Umum sebelumnya Muhammad Romahurmuziy.

Selain diselenggarakan secara tatap muka di Kota Makassar, para peserta pun menghadirinya secara online dan diselenggarakan di 10 kota. Untuk itu, DPP PPP  memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri).


"Alhamdulillah, selain tidak menjadi klaster penyebaran wabah Covid-19 karena peserta yang hadir dalam Muktamar Nasional atau Muktamar Wilayah diwajibkan bersih dari wabah Covid-19, penyelenggaraan yang luar biasa ini diapresiasi MURI karena diselenggarakan di 10 kota dan diikuti secara online oleh 1.263 peserta lainnya," kata Soeharso kepada wartawan.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) ini menambahkan, jajarannya yakin mengulangi kejayaan seperti pada pemilihan legislatif pada 1999 lalu.

"Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak kemarin kami berhasil memenangkan 57 persen dari kemungkinan 100 persen penyelenggaraan Pilkada. Hal ini akan menjadi pijakan kami untuk mengulangi kejayaan pada tahun 1999 lalu di pemilihan legislatif pada 2024 mendatang," tambahnya.

Soeharso menuturkan, pasca ditutupnya Muktamar Nasional IX ini jajarannya dalam rapat formatur akan membentuk kepengurusan yang baru periode 2020-2024. Dia akan mengisi susunan kepengurusan DPP PPP dengan kader-kader milenial.

"Susunan kepengurusan DPP PPP mendatang akan diisi oleh lebih dari 30 persen kader perempuan, usia pengurusnya rata-rata berusia 45 tahun dan juga ada yang berusia milenial. Kami juga akan melakukan pendidikan sekolah demokrasi dan pelatihan kemampuan organisasi karena ini bagian dari upaya kaderisasi partai," tutur Soeharso. (Reza Zurifwan)