Di Kabupaten Bogor, Setahun Terjadi 1.319 Bencana Alam

Di Kabupaten Bogor, Setahun Terjadi 1.319 Bencana Alam
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Jika pada 2019 lalu jumlah bencana alam di Kabupaten Bogor terdapat 754 kejadian, maka pada 2020 ini jumlahnya hampir naik dua kali lipat. Tepatnya, terdapat 1.319 kejadian bencana alam. 

Bahkan dari sisi ekonomi, akibat bencana alam banjir bandang dan longsor di Kabupaten Bogor pada awal Januari 2020 yang menimpa 128 desa/kelurahan di 26 kecamatan total kerugian mencapai Rp1,5 triliun.

Jumlah bencana alam sebanyak 1.319 kejadian di Bumi Tegar Beriman ini mungkin yang tertinggi dan terdampak kepada masyarakatnya dibanding kabupaten lainnya di Indonesia. Sebab, bencana alam berupa tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung, kebakaran, kekeringan dan lainnya itu sedikitnya telah membuat 41 orang telah meninggal dunia.


"Bencana alam di Kabupaten Bogor Tahun 2020 ini jumlahnya meningkat tajam dari sebelumnya di sekitar 754 kejadian menjadi 1.319 kejadian bencana alam, bencana alam ini telah membuat 41 orang meninggal dunia," ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor Raya kepada wartawan, Minggu (20/12/2020).

Dia menerangkan, selain 41 orang meninggal dunia dari ragam bencana alam itu pun mengakibatkan 6 orang mengalami luka berat, 9 orang luka sedang, dan 35 orang luka ringan.

"Selain itu da 17.480 orang mengungsi diakibatkan ragam bencana alam, 7.574 unit rumah mengalami rusak ringan, 1.613 unit rumah mengalami rusak sedang, 726 unit rumah mengalami rusak berat, 703 unit rumah terancam,  87 unit rumah ibadah, 69 sarana pendidikan, 9 titik lahan pertanian, 211 sarana ekonomi, 45 fasilitas umum, 139 meter jalan, 7 sarana pengairan, 2 sarana peternakan, 8 sarana peternakan dan  61 jembatan mengalami kerusakan," terangnya.

Raya menuturkan, dari 1.319 kejadian bencana alam paling terbanyak terjadi yakni kejadian tanah longsor dimana ada 421 kejadian. Setelah itu yang paling banyak terjadi ialah angin puting beliung atau kencang, kebakaran, banjir, pergeseran tanah dan gempa bumi.

"Tanah longsor ada 421 kejadian, angin puting beliung atau kencang ada 368 kejadian, banjir ada 178 kejadian, pergeseran tanah ada 51 kejadian, kebakaran ada 40 kejadian, kekeringan  98 kejadian, gempa bumi ada 18 kejadian dan 145 kejadian bencana alam lain-lain," tutur Raya.

Dia menjelaskan, ragam kejadian bencana alam tersebut terjadi di 40 kecamatan. Dimana lima peringkat teratas terjadi di Kecamatan Megamendung ada 87 kejadian, di Kecamatan Citeureup (72 kejadian), di Kecamatan Caringin (67 kejadian, di Kecamatan Pamijahan (62 kejadian), dan di Kecamatan Cijeruk (52 kejadian).

"Peringkat ke-6 uatitu di Kecamatan Jasinga ada 48 kejadian. Kemudian, 47 kejadian di Kecamatan Jonggol, Kecamatan Ciomas ada 45 kejadian, di Kecamatan Nanggung ada 43 kejadian dan Kecamatan Cibinong ada 42 kejadian. Untuk kecamatan yang paling terdampak kerusakan, korban jiwa dan materil ialah Kecamatan Sukajaya dimana kejadian bencana alam tanah longsor dan banjir bandangnya terjadi pada 1 Januari lalu," jelasnya.

Jika untuk bencana alam normal bantuan berupa uang Rp5 juta diberikan untuk pemilik rumah yang mengalami rusak ringan, Rp10 juta untuk pemilik rumah yang mengalami rusak sedang, Rp20 juta untuk pemilik rumah yang rusak berat. Khusus untuk korban bencana alam di Kecamatan Sukajaya dan Kecamatan Cigudeg,  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-Pera) juga membangunkan hunian tetap (Huntap).

"Kementerian PUPR juga memberikan bantuan berupa pembangunan 563 unit Huntap. Dimana 205 unit Huntap dibangun di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg dan 358 unit Huntap lainbya kami bangun di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya,” singkat Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Lestya Irmawati.

Sedangkan, Kasi Pemulihan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bogor Sri Mulyani melanjutkan selain Kementerian PUPR, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan jaminan hidup kepada para pengungsi yang berasal dari Kecamatan Sukajaya, Jasinga, Nanggung, dan Cigudeg.

"Khusus kepada para pengungsi dari Kecamatan Sukajaya, Jasinga, Nanggung dan Cigudeg yang kejadian bencana alamnya terjadi di awal tahun, Kemensos memberikan bantuan jaminan hidup sebesar Rp300 ribu per orang," lanjut Sri. (Reza Zurifwan)