Positif Covid-19 di Garut Bertambah 121 Kasus, 2 Meninggal

Positif Covid-19 di Garut Bertambah 121 Kasus, 2 Meninggal
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Garut kian tak terkendali. Volume harian temuan kasus baru positif Covid-19 semakin tinggi dengan diwarnai bertambahnya kasus kematian. Sebaran kasus positif Covid-19 pun sudah mencapai nyaris seluruh kecamatan. Hanya satu dari 42 kecamatan di Garut yang tak ada temuan kasus positif Covid-19. 

Pada 20 Desember 2020, di Kabupaten Garut ditemukan kasus baru positif Covid-19 sebanyak 121 kasus, dan dua pasien positif Covid-19 meninggal dunia. Sehingga angka positif Covid-19 di Kabupaten Garut meningkat lagi menjadi sebanyak 3.305 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 83 kasus. Belum termasuk sebanyak 38 kasus kematian pasien berstatus suspek, dan satu pasien berstatus probable.

Tak kurang mengkhawatirkan, persentase temuan kasus baru positif Covid-19 tersebut terbilang tinggi, mencapai sekitar 52 persen dari jumlah sampel swab terperiksa. 


Merujuk keterangan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut disampaikan Koordinator Humas Muksin, dari sebanyak 121 kasus baru positif Covid-19 itu, sebanyak 115 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 220 sampel swab, dan enam kasus positif dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 
Sebanyak 121 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 64 laki-laki dan 57 perempuan berusia antara 7 bulan sampai 81 tahun, termasuk 12 lansia berumur 60 tahun ke atas, dan 11 balita. 

Mereka berasal dari 18 kecamatan. Yakni Kecamatan Leles (36 kasus), Tarogong Kidul (16 kasus), Garut Kota (13 kasus), Cilawu (13 kasus), Pakenjeng (9 kasus), Tarogong Kaler (7 kasus), Karangpawitan (4 kasus), Sukawening (4 kasus), Kadungora (3 kasus), Cisurupan (3 kasus), Pameungpeuk (3 kasus), Cibiuk (2 kasus), Cikajang (2 kasus), Pangatikan (2 kasus), Cikelet (1 kasus), Banyuresmi (1 kasus), Cibatu (1 kasus), dan Kecamatan Sucinaraja (1 kasus). 

Dua pasien positif Covid-19 meninggal dunia yaitu perempuan (KC-3017) usia 55 tahun dan perempuan (KC-3120) usia 31 tahun dari Kecamatan Garut Kota. Keduanya meninggal dalam isolasi perawatan di rumah sakit. KC-3017 sebelumnya dikonfirmasi positif Covid-19 pada 17 Desember 2020, dan KC-3120 terkonfirmasi positif Covid-19 pada 18 Desember 2020. 

Dengan meninggalnya kedua pasien positif Covid-19 tersebut maka jumlah pasien meninggal dunia akibat Covid-19 di wilayah Kecamatan Garut Kota bertambah menjadi sebanyak 16 orang, dan jumlah meninggal dunia akibat Covid-19 se-Kabupaten Garut menjadi sebanyak 83 orang. 

Sedangkan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 hanya bertambah sebanyak 67 kasus. Sehingga jumlah keseluruhan pasien sembuh dair Covid-19 menjadi sebanyak 1.848 kasus. Berselisih 474 kasus lebih banyak daripada jumlah pasien positif masih aktif yang mencapai 1.374 kasus. 

Sebanyak 67 pasien dinyatakan sembuh itu terdiri 38 perempuan dan 29 laki-laki, berusia antara satu tahun sampai 78 tahun. Mereka berasal dari 18 kecamatan. Yakni Kecamatan Peundeuy (11 kasus), Garut Kota (10 kasus), Tarogong Kidul (9 kasus), Tarogong Kaler (7 kasus), Leles (5 kasus), Kadungora (5 kasus), Pangatikan (4 kasus), Wanaraja (3 kasus), Banjarwangi (3 kasus), Samarang (2 kasus), Singajaya (1 kasus), Banyuresmi (1 kasus), Bayongbong (1 kasus), Cibiuk (1 kasus), Cilawu (1 kasus), Cisompet (1 kasus), Cisurupan (1 kasus), dan Kecamatan Karangpawitan (1 kasus).

"Masih ada 1.274 pasien positif Covid-19 dalam isolasi perawatan," imbuh Muksin. (Zainulmukhtar)