Markas Polsek Didemo Simpatisan HRS, Ini Komentar Kapolres Bogor

Markas Polsek Didemo Simpatisan HRS, Ini Komentar Kapolres Bogor
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy angkat bicara mengenai didemonya sejumlah markas Polsek di wilayah hukumnya oleh simpatisan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).

Dia mengaku tidak bisa melarang aksi unjuk rasa atau demonstrasi. Namun, dia meminta semua pihak memahami kondisi saat ini dimana masih dalam pandemi Covid-19.

"Saya mengimbau aksi unjuk rasa ke Kantor Polsek Cisarua, Caringin, Cibinong dan Megamendung atau lainnya dilakukan sesuai protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, untuk aksi unjuk rasa atau demonstrasinya kalau bisa perwakilan saja dan tidak menggunakan massa yang besar karena kalau berkerumunan dalam jumlah besar ada konsekuensinya terutama apalagi kalau mengakibatkan jumlah pasien Covid-19 bertambah," ujar AKBP Roland kepada wartawan, Rabu (16/12/2020). 


Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan dirinya meminta para Camat dan aparatur daerah lainnya melakukan tindakan persuasif ke tokoh-tokoh agama atau ulama setempat demi merayu simpatisan HRS.

"Saya sudah imbau para camat agar melakukan tindakan persuasif kepada tokoh agama, tokoh masyarakat, forum komunikasi pimpinan kecamatan (Forkopimcam) dan juga pelaku aksi unjuk rasa agar tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19," ungkap Ade.

Sementara itu, Hendrik salah seorang simpatisan yang melakukan aksi mengatakan unjuk rasa ini meminta kepolisian mengusut tuntas dan membukanya kepada publik terkait dugaan penembakan dan pembantaian terhadap 6 orang Laskar FPI di KM 50 Cikampek.

"Kami minta mereka menangkap dalang dan pelaku pembunuhan 6 orang Laskar FPI, bebaskan guru besar Habib Rizieq Shihab dengan tanpa syarat karena yang melanggar protokol kesehatan Covid-19 itu kami dan bukannya beliau, tegakkan hukum seadil-adilnya NKRI dan mendorong semua aparatur agar lebih mengedepankan tindakan persuasif. Dalam kesempatan ini kami juga mengajaka semua elemen bangsa khususnya Umat Islam untuk meminta keadilan di negeri ini demi mewujudkan kehidupan yang aman, damai dan berkeadilan," tukas Hendrik. (Reza Zurifwan)