Bukan Berlibur, Ini Alasan Robert Alberts Kunjungi Bali

Bukan Berlibur, Ini Alasan Robert Alberts Kunjungi Bali
dok/inilahkoran



INILAH, Bandung - Bali menjadi destinasi wisata bagi sebagian skuat Persib Bandung. Terlebih tim Maung Bandung ini mendapatkan jatah liburan selama dua bulan akibat penundaan Liga 1 2020. 

Seperti halnya Wander Luiz, Nick Kuipers memilih untuk ke Bali sebelum memilih pulang kampung ke negara asalnya masing-masing. Lalu Esteban Vizcarra, termasuk sang pelatih Robert Rene Alberts pun memilih untuk berlibur di Pulau Dewata. 

Pelatih Robert Rene Alberts beralasan kedatangannya ke Bali tak sekadar untuk berlibur. Sebaliknya hanya untuk bertemu dengan teman-temannya. 


"Saya juga punya waktu yang bagus di sana untuk memantau apa yang terjadi di sepak bola Indonesia dan juga mempelajari tentang sepak bola di seluruh dunia," ungkap Robert saat dihubungi. 

Pelatih asal Belanda ini mengaku masih belum mengerti dengan kondisi persepak bolaan di Indonesia. Sebab hingga saat ini belum bisa menggelar pertandingan sekalipun menerapkan protokol kesehatan hingga tanpa penonton. 

"Apa yang terjadi dan bagaimana mereka bisa bermain sepak bola sedangkan di Indonesia tidak bisa bermain sepak bola. Itu memberi saya banyak sudut pandang dan ini juga cukup mengisi ulang tenaga saya," tuturnya.

Namun saat ini, Robert mengaku sudah berada di Bandung. Menurutnya cukup tiga pekan menghabiskan waktunya di Bali. 

"Kali ini saya sudah kembali ke Bandung dan akan berada di Bandung dalam waktu yang lama. Berharap semua bisa berjalan sesuai dengan rencana bahwa liga akan dimulai Februari apapun formatnya," tegasnya. 

Robert mengatakan para pemainnya sudah tak sabar untuk menjalani pertandingan. Maklum, sudah sejak pertengahan Maret lalu Liga 1 2020 terhenti.

"Kami memiliki banyak pemain yang sudah ingin bermain sepak bola, ada pelatih yang tidak sabar melatih tim dan official yang mau membantu tim. Jangan lupa juga ada suporter yang ingin mendukung lagi tim mereka," katanya.

Karena itu, lanjutnya penundaan Liga 1 2020 berdampak cukup besar. Tak hanya pemain dan pelatih, namun juga melibatkan banyak pihak. 

"Jadi banyak hal yang dipertaruhkan untuk sepak bola dan Indonesia, bagus untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda ketika saya tidak berada di Bandung. Dan sekarang saya sudah di Bandung lagi dan memulai kembali semua rencana," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)