Wujudkan Jalan Tol Tambang, Empat Pemerintah Daerah Bentuk Konsorsium 

Wujudkan Jalan Tol Tambang, Empat Pemerintah Daerah Bentuk Konsorsium 
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Pemkab Bogor menginisiasi jalan tol tambang sepanjang 36 km yang menghubungkan Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Parungpanjang yang melintasi Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Tanggerang.

Masing-masing Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bogor, Pemprov Jawa Barat, Pemprov Banten, dan Pemkab Tanggerang selanjutnya akan dilebur dan dibentuk menjadi konsorsium.

"Bupati Bogor Ade Yasin tetap berkeinginan akan membangun jalan tol tambang. Saya sebagai Direktur PY Prayoga Pertambangan Energi (PPE) diperintahkan untuk mewujudkan rencana tersebut," kata Direktur PT PPE Agus Setiawan kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).


Dia menerangkan, dengan adanya jalan tol tambang itu maka ribuan unit truk tambang yang beroperasi setiap hari tidak lagi melewati jalan arteri baik di wilayah Kabupaten Bogor maupun Kabupaten Tanggerang.

"Ribuan unit truk tambang yang melewati jalan alteri tiap hari ini tidak hanya menimbulkan kemacetan lalu lintas yang cukup panjang, tetapi juga berefek negatif lainnya kepada masyarakat berupa tebalnya debu, rusaknya jalan alteri dan juga cukup tingginya angka kecelakaan lalu lintas," terangnya.

Agus menuturkan, Pemkab Bogor mapun dirinya sudah berkomunikasi dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim terkait pembentukan konsorsium dan rencana pembangunan jalan tol tambang yang akan mulai dibangun pada 2022 mendatang.

"Rencana membentuk konsorsium jalan tol tambang ini sudah disetujui Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur Banten Wahidin Halim. Kami tinggal belum komunikasi dengan Bupati Tanggerang Ahmad Zaky Iskandar. Dengan dibentuknya konsorsium, maka pemerintah daerah yang tergabung didalamnya harus ikut menyertakan modal untuk membangun jalan tol tambang tersebut," tutur Agus.

Ditemui terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin menjelaskan jika rencana pembangunan  jalan tol tambang merupakan rencana jangka panjang karena membutuhkan waktu untuk mencari uang pembiayaannya. Dalam rencana jangka pendek, untuk mengurai kemacetan lalu lintas truk tambang itu pihaknya akan membangun kantong parkir di wilayah Kecamatan Parungpanjang. (Reza Zurifwan)