Sempat Viral Belajar di Kolong Jembatan, JQR Berikan Rais Semangat dan Bantuan

Sempat Viral Belajar di Kolong Jembatan, JQR Berikan Rais Semangat dan Bantuan
Rais, siswa SD yang fotonya viral karena belajar di kolong jembatan. (okky adiana)



INILAH, Bandung – Rais, siswa SD yang fotonya viral karena belajar di kolong jembatan direspons oleh Jabar Quick Response (JQR). Rais mendapat bantuan biaya pendidikan, sebuah handphone, dan peralatan sekolah. Tim cepat tanggap kemanusiaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini langsung bergerak ketika mendapat kabar yang viral tersebut.

Anggota tim Jabar Quick Response (JQR), Dito Budiman menjelaskan, pihaknya melakukan verifikasi kepada Sri Mulyati, selaku wali kelas Rais. "Jadi Rais ini diajar langsung oleh Ibu Sri, di kelas belajar sendiri karena Rais tidak memiliki handphone," kata Dito saat ditemui di SDN Balonggede, Kota Bandung, Rabu (9/12/2020).

Di sekolah Rais, JQR secara langsung memberikan bantuan dari Gubernur Jawa Barat untuk kehidupan Rais dan ibunya. Selain itu, sebuah handphone juga diberikan melalui lembaga Wakaf Salman ITB. Harapannya, Rais tetap bersemangat sekolah dan menggapai cita-citanya.


"Menurut gurunya, semangat Rais untuk belajar tinggi dan juga rajin, itu yang menjadi catatan kami memberikan dukungan," kata Dito.

Sri Mulyati menerangkan, orang tua Rais tinggal di Semarang, namun karena Ayah Rais meninggal saat Rais sedang dalam kandungan, ibunya memutuskan untuk merantau ke Bandung. Di Bandung, Ibu Rais (Ibu Siti) tinggal di kontrakan kecil dan membesarkan Rais dengan penghasilannya yang pas-pasan dari jualan kopi seduh.

Tak cukup di situ, rumah kontrakan yang ditempatinya di Dayeuhkolot, juga terkena banjir dan membuat dokumen dokumen hilang. Hingga akhirnya, Ibu Rais tidak mampu membayar kontrakan dan memutuskan untuk tinggal di basement Masjid Agung dan membayar 10 ribu setiap harinya.

Bahkan, lanjut Sri, dengan biaya 10 ribu, Rais dan Ibunya tidak bisa membayar dan memaksanya untuk tidur di bawah jembatan di Jalan Asia Afrika. Kondisi ini sudah berjalan 3 tahun. Selama 3 tahun Rais dan ibunya tinggal di jalanan. (okky adiana)