Review WD My Passport SSD: Kecil-kecil Jago Ngebut

Review WD My Passport SSD: Kecil-kecil Jago Ngebut
istimewa



TIDAK akan pernah ada habisnya membicarakan hal seputar gadget atau perangkat berteknologi canggih. Ada saja produk-produk baru yang lahir dengan menonjolkan segudang kelebihan, termasuk dalam urusan pekerjaan.

Khususnya mereka para pengguna teknologi jaman digital di tengah pandemi COVID-19 ini memang terobsesi akan kecepatan. Selama mereka bekerja dari mana saja dan dituntut multitasking menyelesaikan banyak pekerjaan dalam satu waktu dengan device digital.

Prosesor komputer, smartphone, setiap tahun semakin cepat, semakin hebat. Setiap penggunanya mengumpulkan data digital yang setiap saat semakin banyak. Data ini bisa sangat beragam, dari aplikasi, data keuangan, data spesifik pekerjaan, data media sosial, foto, video, dan lain sebagainya.


Menurut riset, perkiraan kapasitas penyimpanan data tahun 2024 diungkapkan dalam laporan Global StorageSphere IDC awal 2020.

Analis IDC memperkirakan basis data yang terpasang dari kapasitas penyimpanan di seluruh dunia akan tumbuh 16,6 persen tahun ini menjadi 6,8 zettabytes (ZB). Diperkirakan tahun 2019 lalu saja, hanya urusan foto, sejumlah 7.7 triliun foto telah disimpan.

Tahun 2021, yang sebentar lagi akan segera sampai, diperkirakan data yang dikumpulkan manusia akan mencapai 44 zettabytes, ini sama dengan 44 triliun gigabytes. Dibutuhkan 44 miliar hard drive berkapasitas 1TB untuk menampungnya.

Bagusnya, teknologi storage ini juga berkembang pesat, semakin lama semakin cepat. Untuk mencapai kecepatan yang lebih baik, bentuk fisik storage yang lebih modern juga berubah, tidak lagi mengandalkan cakram yang berputar seperti hard disk, melainkan pure sudah part elektronik yang sekarang lebih kita kenal sebagai SSD, Solid State Drive.

Perkembangannya pun berlanjut ke arah device yang peruntukkan pertamanya untuk menyimpan atau mem-backup data digital. Melihat ke belakang, dan mengintip ke depan, ternyata portable hard drive ini mirip smartphone, tidak berhenti dikembangkan.

Setelah me-review dan mencoba cukup banyak produk penyimpanan digital, ternyata masih banyak tipe yang terus keluar dengan masing-masing peruntukkan dan kelebihan, seperti salah satunya yang sekarang akan kita bahas, WD My Passport SSD.

Seperti apa performa lengkap dan keunggulan WD My Passport SSD, tim ototekno INILAHCOM coba merangkumnya.

Sorotan utama

Dirancang dengan lapisan aluminium anodized yang hadir dalam empat pilihan warna abu-abu, emas, merah, dan biru dengan pola gelombang bertekstur yang menutupi sebagian besar bagian bawah dan atas, My Passport SSD ini memiliki sentuhan keanggunan yang tidak biasa ditemukan di SSD eksternal lain.

Kami mengukur 0,4 kali 3,5 kali 1,8 inci (HWD) dan memiliki sudut membulat. Ukurannya hanya lebih besar dari kartu emoney dalam ketebalan dan dimensi terpanjangnya, dan beratnya hanya 1,7 ons.

Apa yang kita bisa baca dari ukurannya tersebut adalah masalah portabilitas, kemudahan untuk dibawa. Ketika device banyak yang menjadi portable, orang-orang semakin rewel atau pemilih, mana yang harus di bawa senantiasa bersama mereka.

Kami percaya, banyak orang sebenarnya bimbang, mereka terobsesi membawa banyak device mereka agar senantiasa bisa digunakan ketika dibutuhkan, tetapi tas yang besar tentu tidak nyaman untuk digotong kemana-mana.

Kami juga percaya mungkin di antara pengguna gadget berharap punya kantung seperti Doraemon. Bahkan laptop yang sekarang tampak makin portable saja sering kita dengar sekarang hilang di dalam mobil.

Mengapa orang-orang tidak membawanya turun? Karena tetap dianggap besar dan berat.

Jadi sekarang kita mulai mengerti kenapa portable hard drive ini dibutuhkan dalam ukuran yang super ringan, kecil dan tipis, agar tetap menjadi pilihan untuk dibawa dan digunakan.

IMG20201205055511

Produk ini adalah salah satu SSD eksternal yang lebih ringkas yang pernah kami temui Pada unit pengujian yang kami dapatkan, bagian atas tampak merah gelap dan sedikit lebih bersinar dari bagian bawah.

Bagian atas menampilkan logo WD, menjorok ke dalam persegi panjang yang ditinggikan. SSD My Passport tidak memiliki lampu status, jadi kita harus memeriksa komputer lebih lanjut untuk melihat apakah transfer file, unduhan, atau operasi lain sedang berlangsung atau selesai.

Menurut spesifikasi dari WD, SSD ini tahan guncangan dan getaran, dan tahan jatuh hingga 6,5 kaki, membuatnya cukup tahan lama, meskipun tidak memiliki peringkat perlindungan resmi (IP).

Namun sebagai jaminan terhadap potensi kecelakaan, WD mendukung My Passport SSD dengan garansi lima tahun yang besar. Itu akan menggantikan drive tetapi bukan data Anda, jadi pastikan untuk mencadangkannya di tempat lain.

Potensi kerugian SSD dibandingkan hard drive tradisional yang berputar adalah kecenderungan untuk menghasilkan panas dalam pengoperasian yang berkelanjutan.

Kami perhatikan bahwa setelah menggunakan My Passport dalam waktu lama untuk mentransfer file, perangkat menjadi hangat saat disentuh, dan sedikit tidak nyaman untuk dipegang saat menggenggamnya.

Meskipun demikian, SSD jauh lebih cepat daripada hard drive, dan kapasitasnya lebih kecil, sehingga operasi baca dan tulis Anda cenderung berakhir lebih cepat. Faktor itu memungkinkan lebih sedikit waktu bagi drive untuk menjadi panas pada proses awal.

My Passport SSD ini dilengkapi dengan penginstal WD Discovery untuk Windows dan macOS. Dari WD Discovery, pengguna dapat mentransfer file ke dan dari drive lain termasuk perangkat penyimpanan cloud My Cloud Home yang terpasang di jaringan WD dan mencadangkan hard drive komputer Anda. (Fungsi transfer bukanlah masalah besar ini hanya membuka File Explorer, yang dapat Anda lakukan sendiri.)

Anda juga dapat menyetel sandi untuk mengaktifkan enkripsi perangkat keras AES 256-bit drive yang lebih cepat dan lebih aman daripada enkripsi berbasis perangkat lunak, meskipun tidak senyaman keamanan sidik jari.

Hal ini juga memungkinkan untuk membuka kunci drive khusus untuk digunakan pada komputer yang Anda atur, jadi Anda tidak perlu memasukkan sandi setiap kali Anda menghubungkannya.

IMG20201127145555

SSD My Passport yang kami uji sudah diformat sebelumnya dalam format file exFAT, yang berarti dikenali dengan sistem Windows, macOS, dan Android. Pada paket bawaan diberikan satu buah kabel USB Type-C-to-C (15 cm), ditambah adaptor USB Type-C-to-A.

Jadi SSD eksternal ini bisa digunakan pada laptop dengan port USB standar atau yang lebih modern yang sudah menggunakan USB-C.

IMG20201205053801

Kabel USB-C to USB-C sendiri bisa digunakan untuk menghubungkan SSD langsung ke smartphone dengan port yang sama. Untuk smartphone yang masih menggunakan port micro USB, bisa menggunakan tambahan USB converter terpisah.

Jenis koneksi sendiri adalah USB 3.2 Gen 2, yang mendukung throughput maksimum 10Gbps. WD memberi peringkat pada drive untuk kecepatan baca puncak 1.050MBps dan kecepatan tulis maksimum 1.000MBps, dan dalam pengujian Crystal DiskMark 8.0 kami, hasilnya cukup memuaskan.

Performa

My Passport SSD, didukung dengan teknologi NVMe dengan kecepatan baca 1044MB per detik, dan kecepatan tulis 1018MB per detik dengna catatan interface yang digunakan sudah sesuai teknologi USB 3.2.

Klaim kecepatan ini sudah tepat, dan yang menarik adalah kecepatan menulis data yang terpaut tipis, membuatnya juga tak hanya cocok untuk menjadi sekadar wadah transfer data dalam ukuran besar, tetapi juga dapat berfungsi sebagai penyimpanan yang dapat memainkan game langsung saat terpasang di PC atau laptop.

Saat digunakan dalam jangka waktu yang lama,harddisk external memang akan menimbulkan panas. Hal tersebut memang berkaitan erat dengan penggunaan SSD NVMe yang memang menimbulkan panas. Namun, saat dipegang panas yang dihasilkan tidak terlalu mengganggu. Mungkin hal ini berkaitan dengan penggunaan bahan plastik polikarbonat tersebut.

My Passport SSD menyertakan perangkat lunak untuk memudahkan mem-back up file yang besar ke drive atau akun layanan cloud. Teknologi USB 3.2 Gen-2 dengan kabel USB-C dan adaptor USB-A dan kompatibel untuk Mac dan PC.

wd-my-passport-ssd

ssd

Saat kami uji, My Passport SSD ini bisa menghasilkan kecepatan baca dan tulis di kisaran 830MB/s untuk tulis dan 854 MB/s untuk baca menggunakan software Blackmagic Disk Speed Test di MacBook Air melalui port thunderbolt.

Sementara saat diuji menggunakan CrystalDiskMark di PC berbasis Windows 10 dalam port USB 3.1 Gen1, kecepatan bacanya mencapai 427 MB/s dengan kecepatan tulis 430 MB/s.

Harga

Western Digital mematok harga yang kompetitif pada SSD yang satu ini. Anda bisa memiliki My Passport SSD dengan kapasitas 1TB pada harga Rp3 Juta (Rp1,7 juta untuk 500GB, dan Rp6 juta untuk 2TB), jadi penghematannya kecil jika Anda mencari kapasitas yang paling besar.

Spesifikasi

sdasda

 


Kesimpulan

Dengan kecepatan tinggi, membuat SSD ini cocok untuk para gamer untuk bisa digunakan bermain game-game AAA serta para konten kreator yang suka melakukan rendering video secara langsung.

Selain itu, SSD ini juga bisa meningkatkan kinerja perangkat yang masih menggunakan hard disk, seperti menggunakannya sebagai cachedrive.

Akhirnya perangkat ini kami rekomendasikan untuk mereka yang membutuhkan penyimpanan eksternal untuk laptop sekaligus smartphone, dan ingin keduanya bisa mengakses file yang sama, tanpa perlu sering meng-copy antar perangkat, menggunakan portable hdd seperti My Passport SSD ini ternyata sangat membantu, apalagi mengingat kecepatan yang lebih cepat dan ukurannya yang semudah membawa kartu e-toll. (inilah.com)