Arsenal Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Dikalahkan Tottenham Disusul Pemain Cedera

Arsenal Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Dikalahkan Tottenham Disusul Pemain Cedera



ARSENAL kembali harus menelan pil pahit setelah dipaksa menyerah oleh permainan apik Totenham Hotspur. Malangnya, sudah kalah bermain kini Arteta pun mengumumkan cederanya Thomas Partey.

Ya, pemain Arsenal Thomas Partey kembali mengalami cedera paha saat timnya dikalahkan Spurs 0-2, kata pelatih Mikel Arteta.

Pemain asal Ghana tersebut mengalami cedera pahanya pada bulan lalu dan baru kembali bermain pada Minggu. Partey kembali mengalami cedera beberapa menit sebelum babak pertama berakhir dan berdiri di tepi lapangan saat Harry Kane mencetak gol kedua untuk Spurs.

Arteta kemudian mendesak Partey kembali ke lapangan untuk mencoba menghentikan serangan balik, tetapi gelandang tersebut hanya bisa berlari beberapa meter sebelum berhenti. "Saya mencoba untuk mendorongnya, tetapi saya tidak berpikir ia menyadari situasi ketika ia meninggalkan posisinya tetapi itu mungkin karena ia sangat kesakitan," kata Arteta kepada wartawan yang dikutip Reuters pada Senin.

"Tiba-tiba mereka datang untuk menyerang kami dan Thomas berjalan ke arah saya dan saya mencoba untuk mendorongnya. Saya belum berbicara dengannya jadi saya tidak tahu persis bagaimana itu terjadi atau apakah ia merasakan sesuatu yang sangat serius."

Absennya Partey akan menjadi perhatian bagi Arteta di tengah jadwal padat Arsenal karena mereka akan memainkan delapan pertandingan dalam kurun waktu 23 hari. Thomas Partey diboyong The Gunners dengan nilai 50 juta poundsterling (sekitar Rp948 miliar) dari Atletico Madrid di musim panas 2020. Arsenal saat ini berada di urutan ke-15 dengan raihan 13 poin dari 11 pertandingan.

Lain Arteta lain pula Jose Mourinho. Pelatih Tottenham Hotspur Jose Mourinho menyebut Pierre-Emile Hojbjerg sebagai "pemain fenomenal" setelah membantu timnya menang pada derby London Utara atas Arsenal pada Minggu.

Son Heung-min dan Harry Kane masing-masing mencetak satu gol saat Spurs mencatatkan kemenangan 2-0 dalam pertandingan itu untuk tetap berada di puncak Liga Premier Inggris.

Hojbjerg dinilai memainkan peran penting dalam pertandingan tersebut. Gelandang asal Denmark itu mencatatkan lebih banyak sentuhan (61), operan (44), operan sukses (35), operan di area lawan (15) dan intersepsi (tiga) dibandingkan pemain Spurs lainnya.

Penampilan Hojbjerg dalam pertandingan tersebut tidak luput dari pujian Mourinho.
"Pierre, pertama-tama, sangat cerdas. Ia membaca permainan dengan sangat baik. Ia pasti akan menjadi pelatih suatu hari nanti," kata Mourinho dalam konferensi pers usai pertandingan yang dikutip Goal pada Senin.

"Ia menyebalkan, mengajukan pertanyaan tentang mengapa kami melakukan ini dan mengapa kami melakukan itu. Di lapangan, ia membaca situasi dengan sangat baik dan orang-orang di sekitarnya sangat kompak, mereka membaca permainan."

"Secara fisik ia sangat, sangat kuat dan secara teknis ia jauh lebih baik daripada yang orang pikirkan. Karena terkadang orang berpikir pria yang baik secara teknis adalah pria yang melakukan operan backheel," tambah pelatih asal Portugal itu.

Mourinho menilai bahwa kesederhanaan permainan Hojbjerg adalah kekuatannya. "Pemain yang baik secara teknis adalah pemain yang melakukan sesuatu yang luar biasa. Namun, ini bukan kata-kata saya. Ini adalah kata-kata dari para pelatih 30, 40 tahun yang lalu. Kesederhanaan itu jenius."

"Dan ia sangat sederhana dalam segala hal yang ia lakukan dengan bola. Dan saya pikir ia pemain yang fenomenal. Selamat, pak (Daniel) Levy (ketua Spurs)."

Dari posisi gelandang, hanya pemain Manchester City Rodri yang membuat operan sukses lebih banyak dibandingkan Hojbjerg di Liga Premier Inggris musim ini. Hojbjerg mencatatkan 706 operan sukses, sedangkan Rodri melakukan 40 operan lebih banyak.

Ia membantu Spurs melewati pertandingan sulit melawan City, Chelsea dan Arsenal dengan raihan tujuh poin, dan dengan peluang gelar mereka tampaknya semakin tinggi.

Tottenham juga mencatatkan empat clean sheet berturut-turut di Liga Premier Inggris dan Mourinho meminta timnya untuk terus melanjutkan tren positif ini.