Pandemi Covid-19, Pengungsi Terdampak Longsor Talegong dan Cisewu Agar Disiplin Protokol Kesehatan

Pandemi Covid-19, Pengungsi Terdampak Longsor Talegong dan Cisewu Agar Disiplin Protokol Kesehatan
Foto: Zainulmukhtar



INILAH, Garut - Bupati Garut Rudy Gunawan berharap kendati berada di tempat pengungsian, warga terdampak bencana longsor Kecamatan Talegong maupun Kecamatan Cisewu tetap berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan selama berada di lokasi pengungsian.

Hal itu penting dilakukan untuk dapat mencegah penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih terus mengancam. 

"Kita lakukan program pembersihan, dokter siap siaga 24 jam. Ini masa pandemi. Jadi, protokol kesehatan tetap lakukan. Semoga mereka sabar. Kita pemerintah daerah bisa memberikan langkah-langkah konkret untuk menyelesaikan masalah kemanunisaan ini," kata Rudy saat mengunjungi korban terdampak longsor di Kecamatan Talegong, Sabtu (5/12/2020). 


Hal sama dikemukakannya ketika mengunjungi warga korban terdampak longsor di Desa/Kecamatan Cisewu selepas dari Talegong. 

Rudy juga menyatakan terima kasinya kepada para pengungsi yang mau bersabar dengan musibah tersebut, dan kepada masyarakat lain yang bersemangat bergotong royong saling memberikan bantuan.

"Semoga mereka sabar. Allah memberikan pertolongan kepada kita. Kita di masa pandemi, tetap menerapkan protokol kesehatan," ujarnya. 

Rudy meyakinkan persoalan dihadapi warga terdampak bencana longsor tersebut akan ada solusinya, dan Pemkab Garut pun akan melakukan langkah-langkah konkret untuk penanganannya.

Di Talegong, Rudy sempat memberikan bantuan berupa susu untuk anak-anak dan uang tunai sumbangan KORPRI bagi para korban terdampak bencana.

Di Cisewu, Rudy menyerahkan bantuan sebanyak 36 kasus untuk para pengungsi, khususnya yang lanjut usia, agar dapat tidur dengan nyaman di lokasi pengungsian. 

Longsor di wilayah Kecamatan Talegong dipicu hujan deras terjadi di Desa Sukamulya dan Desa Sukalaksana yang mengakibatkan sebanyak 20 rumah warga tertimbun, dan sebanyak 313 rumah lainnya dalam kondisi terancam. Dari sebanyak 20 rumah warga tertimbun longsor itu, sebanyak 18 rumah berada di Kampung SawahJeruk, dan dua rumah di Kampung Bojonghaur. 

Ada sebanyak 327 kepala keluarga (KK) terdampak bencana longsor di Desa Sukamulya. Sebanyak 59 KK setara 180 jiwa di antaranya mengungsi ke gedung SPMN Talegong. 
Sebelumnya, pada Selasa (1/12/2020), longsor juga terjadi di Kampung Patok Besi, Kampung Pasir Angin RT 01 RW 01, Kampung Pasir Eurih RT 02 RW 08, Kampung Loji RT 08 RW 02, dan Kampung Pilar RT 07 RW 02 Desa Sukalaksana menyebabkan sedikitnya enam rumah penduduk terancam.

Sedangkan, longsor di Desa/Kecamatan Cisewu yang juga dipicu hujan deras terjadi Jumat (4/12/2020). Bencana itu mengakibatkan sekitar 583 jiwa penduduk Desa Cisewu dan Desa Pamalayan mengungsi ke tempat aman karena masih terdapat potensi longsor susulan yang dapat mengancam tempat tinggal mereka.

Warga diungsikan ke empat tempat, yakni di Madrasah Ibtidaiyah An Nur Cigentur sebanyak 104 KK setara 282 jiwa  warga Kampung Cigentur RW 04 Desa Cisewu, di RA Al Fajar sebanyak 18 KK setara 44 jiwa warga Kampung Cisamak, di Gedung Olahraga (GOR) Desa Cisewu sebanyak 111 KK setara 316 jiwa warga Kampung Piket RW 03 Desa Cisewu, dan di rumah Kades Pamalayan sebanyak 12 KK setara 36 jiwa Kampung Heubeul Isuk. (Zainulmukhtar)