Kepala DPKPP Batal Bersaksi, Penasehat Hukum Terdakwa Irianto Kecewa

Kepala DPKPP Batal Bersaksi, Penasehat Hukum Terdakwa Irianto Kecewa
Foto: Reza Zurifwan



INILAH, Bogor - Dinalara Butar-Butar selaku penasehat hukum terdakwa Irianto kasus tindak pidana korupsi kecewa atas ketidakhadiran Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor Juanda Dimansyah sebagai saksi.

Pasalnya, ketidakhadiran Juanda selaku saksi kunci di Pengadilan Tipikor Bandung diharapkan bisa menguak dugaan rekayasa dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Sat Reskrim Polres Bogor, Maret lalu.

Dia menyebutkan, Juanda tidak hadir karena memiliki riwayat penyakit yang membuat khawatir dan tertular Covid-19. 


"Kami jelas kecewa. Memang dia memiliki penyakit tapi dia bisa pergi kerja. Kami menolak saksi kunci ini bersidang secara online hingga majelis hakim menunda sidang lanjutan hingga dua minggu ke depan," kata Dinalara kepada wartawan, Minggu (6/12/2020).

Dia menerangkan, dengan tertundanya sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi izin pengesahan dokumen rencana teknis (PDRT) vila dan rumah sakit di Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Cibungbulang itu kebebasan murni kliennya juga tertunda. 

"Kebebasan murni klien kami juga ikut tertunda karena sidang lanjutannya molor hinggga dua pekan, dengan pernyataan saksi-saksi sebelumnya yang mengindikasikan Irianto hanya dijual namanya oleh oknum-oknum stafnya plus dikabulkannya permintaan untuk tahanan kota maka asalkan hukum ditegakkan dengan adil maka Irianto akan bebas murni," terangnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Umum LSM Gerakan Amanah Sejahtera (GAS) Iqbal menuturkan sesuai kesaksian pemberi suap yaitu Sony Priadi dan Fikri Salim maka terdakwa Irianto tidak pernah menerima uang suap.

"Kesaksian Sony Priadi dan Fikri Salim menyatakan tidak pernah bertemu dan menyerahkan uang suapnya ke terdakwa Irianto, ketika OTT pun sebenarnya mereka mau bertemu staf Irianto yaitu Faisal Assegaf, namun karena Faisal tidak ada di Kantor DPKPP maka mereka diarahkan ke Irianto. Ataw dasar itu analisa saya bahwa terdakwa Irianto hanya jadi korban dan bukannya pelaku Tipikor," tutur Iqbal.

Atas dasar keterangan saksi dan berdasarkan laporan informasi dari perkembangan kasus penggelapan, maka menguatkan dugaan rekayasa OTT dugaan kasus tipikor atau suap izin PDRT ini. (Reza Zurifwan)