Imron: Jangan Anggap Enteng Virus Corona!

Imron: Jangan Anggap Enteng Virus Corona!
Foto: Maman Suharman



INILAH, Cirebon - Pasca dinyatakan positif corona virus beberapa waktu lalu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi meminta semua pihak untuk waspada. Khususnya kepada masyarakat Kabupaten Cirebon, Imron berpesan untuk tidak menyepelekan bahayanya Covid-19. Menjalankan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, dianggap ampuh menangkal penularan virus mematikan tersebut.

Demikian dikatakan Imron, saat menghubungi INILAHKORAN lewat sambungan teleponnya, Minggu (6/12/2020). Menurutnya, kewaspadaan dini sangat diperlukan, meskipun ada sugesti bahwa tidak akan mungkin terpapar Covid-19. Terbukti, Kabupaten Cirebon termasuk wilayah yang angka kenaikan paparannya relatif tinggi.

"Jangan sepelekan virus corona. Ikuti anjuran pemerintah untuk memakai masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan. Saya sendiri yang selalu menerapkan 3M, dinyatakan positif. Padahal, saya berusaha menjalan protokol kesehatan sebaik mungkin," ungkapnya.


Imron mengakui, sejak awal dirinya punya sugesti, tidak akan terkena Covid. Hal ltu dibuktikan dengan lima kali tes swab, dan hasilnya dinyatakan negatif. Bukti tersebut, memperkuat keyakinan bahwa imun tubuhnya kuat. Begitupun saat minggu kemarin, badannya merasa tidak enak. Untuk menjaga hal yang tidak diinginkan, dirinya langsung melakukan tes swab. Hasilnya, ternyata terkonfirmasi Covid-19.

"Saya awalnya yakin, tidak enak badan karena saya kecapean karena padatnya aktifitas. Tapi setelah tahu hasilnya positif, saya sempat syok. Ternyata benar, corona bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu," jelas Imron.

Namun menurutnya, setelah tahu dinyatakan positif Covid-19, justru dirinya merasa sehat. Setelah diberikan asupan vitamin yang cukup, Imron mengaku kebugaran tubuhnya terasa meningkat. Saat dilakukan ct scan dirumah sakit, tidak ditemukan gejala apapun. Jantung dan paru-paru dinyatakan normal, begitupun dengan gula darah. Hanya kolesterol yang sedikit tinggi, karena mungkin pola makan yang tidak teratur.

"Saya punya pikiran positif saat dinyatakan terkena Covid-19. Bagaimana saya harus cepat sembuh, karena saya punya tanggung jawab menjalankan roda pemerintahan di Kabupaten Cirebon. Buktinya, sampai saat ini saya sehat-sehat saja," paparnya.

Imron justru mengaku beryukur, dirinya dinyatakan positif covid. Selain sebagai bentuk teguran dari Allah SWT, menurutnya banyak hikmah yang bisa diambil saat hampir seminggu menjalankan isolasi mandiri di rumah dinas. Yang paling berkesan adalah, dirinya punya waktu lebih untuk intens membawa Quran. Pasalnya, selama menjadi orang nomor satu di Kabupaten Cirebon, sangat jarang bisa membawa Quran satu juz dalam sehari.

"Sehari saya bisa baca 2 juz. Kemarin-kemarin sangat sulit karena padatnya aktivitas. Ini sebagai bentuk muhasabah saja, bahwa terkadang saat punya jabatan, kita malah kadang lupa untuk baca Quran," aku Imron.

Menyinggung monitoring kegiatan, Imron mengaku tidak ada kendala. Meskipun dalam kondisi isolasi mandiri, tugasnya sebagai bupati tetap berjalan dan tidak diwakilkan kepada siapapun. Kegiatan bisa dilakukan secara virtual sesuai dengan agenda yang telah disiapkan tim protokoler. 

"Kegiatan dan tugas sebagai bupati tetap berjalan. Tapi kalau yang bersifat kunjungan atau agenda dengan kementerian, kita lakukan secara virtual. Kalau untuk tanda tangan, semuanya dilakukan secara normal. Tiap hari saya tanda tangani berkas. Saya saat ini sehat dan mungkin sangat bugar," terangnya.

Hal senada dikatakan Kabag Humas Pemkab Cirebon, Nanan Abdul Manan.
Nanan mengaku, dirinya sempat melihat langsung kondisi bupati di Pendopo Rumah Dinas Bupati, yang menjadi lokasi isolasi mandiri. Menurutnya, kondisi fisik Imron terlihat sangat bugar. Semua tugas berupa tanda tangan dikakukan seperti biasa. 

"Kondisi Pak Bupati sangat bagus. Saya  kesana untuk memastikan beberapa tugas beliau tetap berjalan. Alhamdulillah pak bupati tetap bisa menjalankan tugasnya melalui virtual,"  kata Nanan.

Dia juga membenarkan, Bupati memberikan pesan pada semua pihak, untuk memperketat protokol kesehatan, selama beraktifitas.  Bupati kata Nanan, berharap masyarakat bisa terhindari dari Covid-19. Masalahnya, justru pada kondisi dilapangan sangat berbeda. Masyarakat masih banyak yang tidak memakai masker, banyak yang berkerumun dan mengabaikan cuci tangan.

"Beliau tadi titip pesan agar masyarakat taat dan patuh protokol kesehatan. Cukup pak bupati saja yang kena dan jangan warganya. Pak bupati optimis pandemi ini bisa segera berlalu," ucap Nanan.

Nanan menambahkan, beberapa agenda penting sempat tertunda. Namun, agenda tersebut akan dijadwal ulang. Sementara agenda lainnya masih bisa dijalankan, secara virtual.  

"Jumat kemarin juga pak bupati mengikuti kegiatan secara virtual dari pendopo. Artinya, beliau tetap bisa mengikuti dan mengontrol pemerintahan meskipun sedang melakukan isolasi mandiri," tukasnya. (Maman Suharman)