Jalur Rancabuaya-Pangalengan Tertimbun Longsor di Talegong Sudah Dapat Dilalui

Jalur Rancabuaya-Pangalengan Tertimbun Longsor di Talegong Sudah Dapat Dilalui
Foto-foto: Zainulmukhtar
Jalur Rancabuaya-Pangalengan Tertimbun Longsor di Talegong Sudah Dapat Dilalui



INILAH, Garut - Jalur jalan provinsi menghubungkan kawasan Rancabuaya Kecamatan Caringin Kabupaten Garut-Pangalengan Kabupaten Bandung yang sebelumnya terputus akibat tertimbun longsor di betulan Kampung Sawah Jeruk Desa Sukamulya Kecamatan Talegong pada Kamis (4/12/2020) lalu, kini sudah mulai dapat dilalui kendaraan lagi. 

Kendati telah mengerahkan alat berat, petugas sempat kesulitan membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan karena terhambat derasnya hujan mengguyur sekitar lokasi bencana.

Akan tetapi perlahan, seiring meredanya hujan, petugas akhirnya berhasil membersihkan material longsoran dari badan jalan tersebut. Sehingga pada Jumat (4/12/2020) sekitar pukul 16.35 WIB, ruas jalan tersebut dapat kembali dilalui kendaraan.


Meskipun begitu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut Muksin mengingatkan, para pengguna jalan provinsi tersebut hendaknya tetap waspada dan berhati-hati karena kondisi jalan licin hingga dapat membahayakan pengendara. Seperti umumnya kondisi geografis wilayah selatan Garut, sepanjang ruas jalan tersebut juga merupakan daerah rawan terjadi bencana longsor dan pergerakan tanah.

Menurut Muksin, warga yang rumahnya tertimbun maupun terancam sudah dievakuasi ke SMPN 1 Talegong. Warga sementara akan tinggal di tempat pengungsian guna mencegah hal tak diharapkan jika sewaktu-waktu terjadi longsor susulan.

Dia menuturkan, berdasarkan data diterima dari Camat Talegong atas hasil asesmen sementara dilakukan petugas BPBD Garut di lapangan, longsor di wilayah Kecamatan Talegong sendiri bukan hanya terjadi di Desa Sukamulya melainkan juga di sejumlah kampung di Desa Sukalaksana yang mengakibatkan sebanyak 20 rumah warga tertimbun, dan sebanyak 313 rumah lainnya dalam kondisi terancam.

Dari sebanyak 20 rumah warga tertimbun longsor itu, sebanyak 18 rumah berada di Kampung SawahJeruk, dan dua rumah di Kampung Bojonghaur. 

Longsor di Desa Sukamulya terjadi pada Kamis (3/12/2020) sekitar pukul 02.30 WIB, tepatnya menimpa Kampung Bojonghaur, dan Kampung Sawah Jeruk. Selain menimbun sebanyak 10 rumah penduduk, longsor berketinggian sekitar 400 meter dan panjang 500 meter itu juga menimbun badan jalan provinsi menghubungkan Rancabuaya-Pangalengan hingga terputus total.

Sedangkan rumah dalam kondisi terancam di Desa Sukamulya mencapai sebanyak 307 rumah, tersebar di Kampung Sawah Jeruk RT 05 RW 02 (56 rumah), RT 03 RW 02 (43 rumah), dan RT 04 RW 02 (54 rumah); serta di Kampung Bojong Haur RT 02 RW 01 (34 rumah), RT 01 RW 01 (60 rumah), dan RT 05 RW 01 (60 rumah).

Ada sebanyak 327 kepala keluarga (kk) terdampak bencana longsor di Desa Sukamulya. Sebanyak 59 kk setara 180 jiwa di antaranya mengungsi. Mereka terdiri atas 51 kk (158 jiwa) warga Kampung Sawah Jeruk dan 8 kk (22 jiwa) warga Kampung Bojonghaur.
Sebelumnya, pada Selasa (1/12/2020), longsor juga terjadi di Desa Sukalaksana, menimpa Kampung Patok Besi, Kampung Pasir Angin RT 01 RW 01, Kampung Pasir Eurih RT 02 RW 08, Kampung Loji RT 08 RW 02, dan Kampung Pilar RT 07 RW 02. 

Secara keseluruhan, di Desa Sukalaksana, terdapat sebanyak enam kk setara 11 jiwa yang rumahnya dalam kondisi terancam.

Bencana longsor di Desa Sukamulya dan Desa Sukamulya terjadi dipicu hujan mengguyur wilayah selatan Garut dengan intensitas tinggi.

Terpisah, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut TB Agus Sopyan mengatakan, nilai kerugian material akibat bencana longsor di Desa Sukamulya dan Desa Sukalaksana Talegong belum dapat diketahui karena masih dalam penghitungan.

"Kita juga masih fokus bagaimana mengungsikan warga ke tempat aman, dan melakukan assesmen untuk penanganan bencana ini," ujarnya. (Zainulmukhtar)