Ketua Komisi V DPRD Jabar Harap Sosialisasi Empat Pilar Tumbuhkan Nasionalisme

Ketua Komisi V DPRD Jabar Harap Sosialisasi Empat Pilar Tumbuhkan Nasionalisme
net



INILAH, Bandung – Asa tinggi digantungkan Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Dadang Kurniawan kepada pemuda calon penerus bangsa, kala menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dia mengatakan, rasa nasionalisme para pemuda wajib terus dipupuk untuk membentengi dari ideologi lain yang dapat mengancam kesatuan Republik Indonesia. Terlebih para pemuda menurutnya adalah calon penerus dari generasi saat ini, yang akan mengelola tatanan negara di masa mendatang. Melanjutkan perjuangan dari para pendahulu, yang sudah membangun dan mempertahankan paham kebangsaan.

Apalagi kata Dadang, persoalan di masa mendatang bisa saja lebih sulit dan dikhawatirkan dapat menggoyahkan kesatuan Indonesia. Jika tidak terus dipupuk dan ditanamkan, bukan tak mungkin dapat menggerus identitas bangsa yang kaya akan budaya akibat terpaan pengaruh dari luar.


“Keberadaan pemuda dan pemudi saat ini, dalam obyek kegiatan sosialisasi empat pilar adalah karena mereka calon penerus yang melanjutkan tongkat estafet perjuangan dalam membangun bangsa. Ada harapan agar mereka betul memahami, untuk menumbuhkan rasa nasionalisme supaya mereka dapat menyelesaikan persoalan negara dan daerah di masa mendatang. Sebab ujian di kemudian hari, mungkin saja lebih besar. Jika mereka paham, saya meyakini mereka bisa atasi. Maka dari itu, perlu terus untuk dipupuk seperti dari kegiatan ini agar tertanam dalam hati mereka akan pentingnya menjaga empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai landasan negara Indonesia,” ujar Dadang usai acara Citra Bhakti Parlemen bertema sosialisasi empat pilar kebangsaan di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Empat pilar kebangsaan adalah soko guru agar rakyat Indonesia dapat merasa nyaman, aman, tentram dan sejahtera. Dimana Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara yang tertuang dalam UUD 1945. Bhinneka Tunggal Ika sebagai bentuk menghargai perbedaan namun tetap satu, mengingat Indonesia terdiri dari 1.128 suku bangsa. Serta NKRI yang menegaskan bahwa bangsa ini merupakan sebuah kesatuan berbentuk republik. (Yuliantono)