Kadin Segera Gelar Mukota, 262 Peserta Terverifikasi

Kadin Segera Gelar Mukota, 262 Peserta Terverifikasi
Foto: Rizki Mauludi



INILAH, Bogor - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor akan segera melaksanakan Musyawarah Kota (Mukota) ke-7 dengan agenda pemilihan Ketua Kadin Kota Bogor 2020-2025. 

Pelaksanaan Mukota itu rencananya akan digelar pada Rabu (16/12/2020) mendatang. Saat ini, Steering Commitee (SC) dan Organizing Commitee (OC) Mukota melaksanakan sejumlah tahapan-tahapan. Mulai dari pengumuman peserta, pendaftaran peserta, hingga verifikasi peserta. 

Pelaksanaan Mukota Kadin Bogor ke-7 itu akan dipimpin Ketua Agus Lukman, Iyan Mulyana, Deswati Diningsih, Setia Budi Ningsih, Agus Junaedi dan Iskandar.


Anggota SC Agus Junaedi mengatakan, tahapan pendaftaran pesertaran sudah selesai dan sudah ditutup pada 30 November 2020 pukul 16.00 WIB. Sampai penutupan dan verifikasi, jumlah peserta yang juga nantinya sebagai pemilik suara ada sebanyak 262 peserta.

"Mukota ini sudah direncanakan sejak Januari 2020 lalu, tetapi baru bisa dilaksanakan realisasinya di Desember akhir tahun ini. Sejumlah tahapan sudah dilaksanakan, diantaranya jumlah peserta yang akan mengikuti Mukota nanti. Ada 262 peserta yang sudah di verifikasi dan validasi oleh panitia," ungkap Agus kepada wartawan, Kamis (3/12/2020).

Agus menjelaskan, syarat untuk calon peserta yang sudah di verifikasi dan validasi, harus memiliki kartu tanda anggota (KTA) Kadin Kota Bogor. Selain itu, saat ini sudah dibuka pendaftaran untuk para bakal calon Ketua Kadin Kota Bogor mulai dari 9 November 2020 sampai 9 Desember 2020. 

"Sementara, bagi para calon ketua Kadin yang akan ikut dalam Mukota, sejumlah persyaratannya adalah, memiliki KTA Kadin selama dua tahun berturut turut dari 2019 dan 2020. Pernah menjadi pengurus Kadin atau asosiasi, memiliki visi dan misi serta program, fakta integritas, curiculum vitae, dan ada rekomendasi dari asosiasi. Bakal calon Ketua Kadin juga harus membayar 25 persen RAB pelaksana Mukota nanti. Ketika melakukan pendaftaran, akan langsung di verifikasi administrasi dan memeriksa seluruh berkas berkas persyaratannya," jelasnya.

Agus mengungkapkan, bahwa sampai hari ini sejak dibuka pendaftaran, belum ada satupun yang mendaftar untuk menjadi bakal calon Ketua Kadin dalam Mukota nanti.

"Sampai hari ini belum ada yang daftar, tetapi sudah muncul sejumlah nama nama diantaranya Ibu Deswati Diningsih yang juga sebagai anggota SC dalam pelaksanaan Mukota, dikabarkan akan maju mencalonkan. Tapi belum mendaftar. Kami panitia menunggu peserta untuk daftar, karena waktu juga sudah semakin dekat ke pelaksanaan Mukota," tutur Agus.

Sesuai dengan etika proses pencalonan, kata Agus, tidak etis jika panitia SC atau OC mencalonkan untuk menjadi calon Ketua. Jadi kalaupun ada panitia SC atau OC mau maju, maka lebih baik disarankan untuk mundur dari kepanitian SC dan OC.

"Pernah dibahas dalam kode etiknya, baik OC maupun SC, ketika ada yang mencalonkan dan dirinya sebagai kepanitiaan SC atau OC, maka sebaiknya harus mundur dari kepanitiaan SC dan OC. Ini apabila ada yang memang mencalonkan dari SC atau OC, tetapi sampai hari ini belum ada yang mendaftar. Intinya panitia SC atau OC harus netral dalam pelaksanaan Mukota ini," terangnya.

Terpisah, Ketua OC Mukota Kadin Bogor Gin Gin Ginanjar menerangkan secara teknis sudah didapatkan informasi bahwa jumlah peserta sudah ada 262 peserta sebagai pemilik suara. Rencana agenda Mukota dilaksanakan di saung Dolken pada 16 Desember dan persiapan saat ini semakin dimatangkan.

"Mukota Kadin akan dihadiri anggota Kadin, para asosiasi, Pemkot Bogor dan Forkompinda Kota Bogor. Jadi harus cepat berjalan, secara teknis minggu ini harus sudah selesai. Pelaksanaan Mukota nanti menerapkan protokol kesehatan dan tetap atas rekomendasi dari satgas Covid-19," jelasnya. (Rizki Mauludi)